Bandar Lampung – Ketegangan yang sempat menyelimuti akses menuju SMAN 1 Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, akhirnya mereda. Jalan yang sebelumnya ditutup warga Dusun Pulosari, Desa Labuhan Ratu, kembali terbuka setelah Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memilih menyelesaikan persoalan dengan pendekatan dialog.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, turun langsung menemui warga bersama jajaran Disdikbud. Pertemuan berlangsung dalam suasana musyawarah, membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Thomas mengatakan, komunikasi menjadi kunci untuk meredakan situasi.
Menurutnya, warga akhirnya memahami mekanisme penerimaan siswa setelah mendapatkan penjelasan secara langsung.
“Alhamdulillah persoalan sudah selesai. Kami datang untuk berdialog dan mencari solusi bersama. Warga dapat menerima penjelasan dengan baik sehingga situasi kembali kondusif,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan harapan agar sosialisasi SPMB pada tahun-tahun berikutnya dilakukan lebih intensif, khususnya kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sekolah. Mereka juga berharap anak-anak di lingkungan sekitar mendapatkan pendampingan saat proses pendaftaran agar tidak keliru memilih jalur penerimaan.
Selain itu, aspirasi mengenai penambahan daya tampung sekolah juga menjadi salah satu poin yang disampaikan warga kepada Disdikbud.
Thomas memastikan seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan semakin transparan, mudah dipahami, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon siswa.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas di sekitar SMAN 1 Labuhan Ratu telah kembali normal. Akses jalan yang sempat ditutup warga sudah dibuka, sementara kegiatan sekolah dapat berlangsung tanpa hambatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan di dunia pendidikan tidak selalu harus berujung pada konflik berkepanjangan. Ketika pemerintah hadir mendengarkan dan masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi, solusi dapat dicapai melalui dialog dan semangat musyawarah.(**)






