Lampung Utara – Keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh peran guru di sekolah, tetapi juga bergantung pada kolaborasi yang kuat antara ayah dan ibu dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak di rumah. Sinergi keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, serta kemampuan sosial dan emosional anak sejak usia dini.

Pandangan tersebut disampaikan Dosen STAI Ibnu Rusyd Kotabumi, Halen Dwistia, M.Pd. Menurutnya, masa usia dini atau golden age merupakan fase yang sangat menentukan karena perkembangan otak dan karakter anak berlangsung sangat pesat.
“Anak membutuhkan lingkungan yang penuh kasih sayang, rasa aman, dan dukungan dari orang-orang terdekat agar dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Tumbuh kembang anak merupakan hasil dari kolaborasi dan kerja sama yang baik antara kedua orang tua,” ujar Halen.

Baca Juga  Orang Dekat Bupati Diduga Dapat Proyek Dasar Baju Guru Se-Tanggamus 

Ia menegaskan, setiap anak memiliki karakter, minat, dan tahapan perkembangan yang berbeda sehingga orang tua tidak seharusnya membandingkan kemampuan anak dengan teman sebayanya. Pendampingan yang tepat justru dilakukan dengan memahami kebutuhan dan potensi masing-masing anak.

Menurut Halen, masih banyak orang tua yang tanpa disadari memberikan tuntutan berlebihan, seperti mengharapkan anak lebih cepat mampu membaca, menulis, atau berhitung. Padahal, setiap anak memiliki cara belajar dan waktu berkembang yang berbeda.
“Setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Ada yang lebih mudah mengekspresikan diri melalui gambar dan kegiatan seni, ada pula yang lebih senang bergerak aktif atau bercerita. Perbedaan tersebut bukanlah kekurangan, tetapi potensi yang harus dihargai dan dikembangkan,” katanya.

Ia mendorong orang tua untuk memberikan ruang bagi anak berkembang sesuai kekuatan yang dimiliki, sekaligus tetap memberikan stimulasi pada seluruh aspek perkembangan.
Kolaborasi orang tua, lanjut Halen, dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ayah membacakan cerita sebelum tidur, sementara ibu mendampingi anak bermain permainan edukatif atau mengajak berdiskusi mengenai pengalaman di sekolah. Kebiasaan positif seperti merapikan mainan, mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, serta melatih anak menyampaikan pendapat dengan santun juga penting ditanamkan sejak dini.
“Ketika ayah dan ibu memberikan teladan yang sama dalam bersikap dan berkomunikasi, anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai yang diajarkan. Pendidikan karakter sesungguhnya dimulai dari rumah melalui keteladanan orang tua,” ujarnya.

Baca Juga  DPRD Lampung Hanifah Dorong Pemuda Padang Cermin Lebih Berdaya Guna melalui Sosialisasi Pancasila

Selain peran keluarga, Halen menilai komunikasi yang intensif antara orang tua dan guru PAUD menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan anak. Melalui pertukaran informasi mengenai kebiasaan, minat, hingga tantangan yang dihadapi anak, guru dan orang tua dapat menyusun strategi pendampingan yang lebih efektif.

Ia menekankan, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca, menulis, atau berhitung, melainkan dari tumbuhnya rasa percaya diri, kemandirian, kemampuan mengelola emosi, rasa ingin tahu, serta kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.

Halen berharap semakin banyak orang tua menyadari bahwa setiap anak adalah individu yang unik dengan potensi yang berbeda. Menurutnya, melalui kesabaran, kasih sayang, dan kolaborasi erat antara keluarga serta satuan PAUD, anak akan memperoleh kesempatan terbaik untuk berkembang sesuai tahap usianya.
“Sinergi antara orang tua dan sekolah menjadi modal utama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya.(**)

Baca Juga  Pemkab Pesawaran Gelar Apel Mingguan, Terima Hibah Mobil Damkar dari Pemprov DKI Jakarta Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan