Bandar Lampung – Peringatan Hari Hutan Indonesia menjadi momentum bagi DPRD Kota Bandar Lampung untuk mengingatkan pentingnya menjaga kawasan perbukitan yang selama ini berfungsi sebagai daerah resapan air. Komisi III DPRD menegaskan tidak akan mentoleransi aktivitas pengerukan bukit (cut and fill) yang dilakukan tanpa izin maupun yang melanggar tata ruang.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Gerindra, Rizaldi Adrian, mengatakan kerusakan kawasan perbukitan tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko banjir yang semakin sering dirasakan masyarakat saat musim hujan.

“Jangan sampai pembangunan mengorbankan keselamatan warga. Bukit memiliki fungsi penting sebagai kawasan resapan air yang harus dijaga bersama,” kata Rizaldi, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga  IJP Lampung Bagikan 144 Paket Qurban dari Gubernur kepada Jurnalis dan Warga

Menurutnya, DPRD siap merekomendasikan penghentian paksa hingga pencabutan izin usaha terhadap pengembang yang terbukti melakukan pengerukan bukit secara ilegal atau melanggar ketentuan.

Sebagai bentuk pengawasan, Komisi III akan memperketat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta DPMPTSP melalui evaluasi perizinan dan inspeksi lapangan di sejumlah kawasan yang rawan terjadi aktivitas cut and fill.

Selain itu, DPRD juga berkomitmen mengawal penerapan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga kawasan resapan air, ruang terbuka hijau, dan sabuk hijau tetap terlindungi dari alih fungsi lahan.

Tak hanya mengedepankan penegakan aturan, Komisi III juga mendorong penguatan program reboisasi bukit gundul, pembangunan sumur resapan dan biopori, serta mengajak masyarakat dan media untuk aktif melaporkan apabila menemukan dugaan aktivitas pengerukan bukit yang melanggar aturan.

Baca Juga  Pj.Gubernur Lampung Silaturahmi dengan Tokoh Politik Senior Alzier

Bagi Rizaldi, peringatan Hari Hutan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan.

“Pertumbuhan ekonomi memang penting, tetapi menjaga keseimbangan alam jauh lebih penting karena menyangkut keselamatan masyarakat hari ini dan masa depan generasi berikutnya,” tegasnya.(Nda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan