BANDAR LAMPUNG – Bagi pasien yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit, perhatian kecil sering kali memiliki arti besar. Bukan hanya obat dan tindakan medis yang dibutuhkan, tetapi juga dukungan moral agar tetap kuat menghadapi proses pengobatan.

Hal itulah yang tergambar saat Gubernur Bengkulu menyambangi pasien Rawat Inap Jantung Terpadu di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, Senin (10/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Bengkulu memberikan tali asih kepada sejumlah pasien sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi mereka yang sedang menjalani perawatan.

Kehadiran tersebut tidak sekadar menjadi kunjungan pejabat ke rumah sakit. Bagi pasien dan keluarga, perhatian yang diberikan menjadi penyemangat di tengah masa pemulihan yang tidak selalu mudah.

Baca Juga  Mirza: Mari Kita Bangun Lampung Bersama-Sama

Kepala Humas RSUDAM, Desy Yuanita, S.K.M., M.K.M., mengatakan tali asih yang diberikan diharapkan dapat memberikan semangat bagi pasien untuk menjalani proses pengobatan.

“Semoga tali asih yang diberikan dapat memberikan semangat, motivasi, dan dukungan bagi pasien dalam menjalani proses perawatan dan pemulihan,” kata Desy.

Menurutnya, dukungan moril sangat berarti bagi pasien, terutama mereka yang membutuhkan waktu cukup panjang untuk menjalani pengobatan dan pemulihan.

Kunjungan Gubernur Bengkulu itu sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah. Hubungan antardaerah diharapkan tidak hanya terjalin dalam urusan pemerintahan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat.

RSUDAM pun menyambut baik perhatian tersebut. Rumah sakit tidak hanya menjadi tempat bagi masyarakat mendapatkan tindakan medis, tetapi juga ruang untuk menghadirkan rasa nyaman, dukungan dan harapan bagi pasien selama menjalani proses penyembuhan.

Baca Juga  DPRD Dorong Bandar Lampung Jadi Kota Ramah Disabilitas Lewat Dialog Bersama

Di tengah perjuangan melawan sakit, kehadiran dan perhatian orang lain bisa menjadi energi tersendiri. Bagi pasien, tali asih mungkin sederhana, tetapi kepedulian yang menyertainya dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak menjalani proses pemulihan seorang diri.(**)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan