BANDAR LAMPUNG — Di tengah aktivitas warga yang terus bergerak, keberadaan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai membawa harapan baru bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi di tingkat kelurahan.
Bukan hanya tempat menjalankan usaha koperasi, gerai tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari di lingkungan masing-masing.
Pemerintah Kota Bandar Lampung mencatat jumlah KDKMP yang telah memiliki gerai terus bertambah. Dari sebelumnya 65 koperasi, kini sudah 74 KDKMP yang memiliki gerai usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandar Lampung Riana Apriana mengatakan, saat ini telah terbentuk 126 KDKMP di wilayah kota. Namun, baru 74 koperasi yang memiliki unit usaha atau gerai, baik dengan memanfaatkan bangunan sendiri maupun menyewa tempat.
“Mayoritas koperasi merah putih yang terbentuk saat ini masih berfokus pada kegiatan usaha simpan pinjam. Tetapi 74 koperasi yang sudah punya gerai ini, mereka memiliki unit usaha,” kata Riana.
Menurutnya, keberadaan unit usaha menjadi langkah penting agar koperasi tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemkot Bandar Lampung menargetkan seluruh 126 KDKMP nantinya memiliki gerai dan unit usaha yang dapat berjalan. Pengembangannya dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat terealisasi sepenuhnya pada tahun depan.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah 126 dan bisa berjalan semua unit usahanya,” ujarnya.
Untuk mendorong koperasi semakin berkembang, Pemkot Bandar Lampung juga menyiapkan sejumlah program stimulan. Salah satunya bantuan modal yang akan diberikan secara bertahap, diawali untuk 50 Koperasi Merah Putih.
Selain dukungan permodalan, pemerintah kota turut mendukung pembangunan sembilan gerai melalui kerja sama dengan Kodim di sembilan kecamatan.
Bagi masyarakat, tumbuhnya gerai koperasi di lingkungan sekitar diharapkan tidak berhenti pada hadirnya sebuah bangunan atau papan nama. Lebih jauh, koperasi diharapkan menjadi tempat bertemunya kebutuhan warga, peluang usaha dan semangat untuk membangun perekonomian dari lingkungan sendiri.
Dengan bertambahnya gerai dari 65 menjadi 74 koperasi, langkah menuju 126 KDKMP yang memiliki unit usaha kini perlahan mulai terlihat.(Nda)






