BANDAR LAMPUNG — Beras di Bandar Lampung belum sampai pada titik mengkhawatirkan. Pemerintah kota memastikan pasokan pangan masih aman meski musim kemarau mulai menekan produksi sejumlah komoditas.
Namun, ketahanan pangan kota ini juga memperlihatkan satu kenyataan: Bandar Lampung masih mengandalkan daerah penyangga untuk memenuhi kebutuhan warganya.
Plh Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ayu Kumala Dewi, mengatakan pasokan beras dan sayur-mayur masih berjalan dari sejumlah daerah penghasil di sekitar Bandar Lampung.
“Untuk ketersediaan pangan kita masih aman karena ada daerah penyangga yang memasok kebutuhan Kota Bandar Lampung,” kata Ayu, dikutip RRI, Selasa (15/9/2026).
Daerah yang menjadi penopang antara lain Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesawaran, dan Metro. Distribusi dari wilayah tersebut menjadi salah satu kunci agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.
Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Bulog juga mendorong keberadaan kios pangan rekomendasi di luar pasar. Jalur ini disiapkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Harapannya sederhana: ketika harga beras mulai bergerak, masyarakat memiliki alternatif untuk memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau.
Di saat yang sama, pemerintah menyalurkan bantuan pangan tahap kedua kepada 96.919 keluarga penerima manfaat (KPM).
Jumlah tersebut lebih rendah dibanding tahap sebelumnya yang mencapai lebih dari 105 ribu keluarga. Penurunan terjadi setelah pemerintah pusat menetapkan kriteria penerima berdasarkan kelompok Desil 1 hingga Desil 4.
Bantuan tahap kedua diperuntukkan bagi kebutuhan tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September. Setiap keluarga menerima total 30 kilogram beras.
Di atas kertas, stok masih aman. Tetapi ketahanan pangan bukan hanya soal beras yang tersedia di gudang atau pasar.
Ia juga bergantung pada sawah yang tetap menghasilkan, jalur distribusi yang tidak tersendat, harga yang terjangkau, serta kemampuan pemerintah menjaga pasokan ketika musim berubah.
Bandar Lampung kini masih ditopang daerah penyangga. Selama distribusi berjalan lancar, kebutuhan warga relatif terjaga.(Suf)






