Bandar Lampung –
Di tengah hamparan kebun singkong yang membentang di Lampung, secercah harapan baru mulai tumbuh bagi ribuan petani. Komoditas yang selama ini identik dengan harga naik turun itu kini diproyeksikan menjadi bagian penting dalam program kemandirian energi nasional.

Harapan itu menguat setelah PTPN I Regional 7 membuka peluang kerja sama pengembangan singkong untuk bahan baku bioetanol dengan menyiapkan lebih dari 10 ribu hektare lahan di sejumlah kebun di Lampung.

Program tersebut bukan sekadar bicara investasi atau industri energi baru terbarukan. Di baliknya, tersimpan harapan ribuan keluarga petani agar hasil panen mereka memiliki masa depan yang lebih pasti.

Suasana optimisme itu terasa dalam rapat percepatan hilirisasi industri singkong di Bandar Lampung, Senin (25/5/2026). Para petani, pelaku usaha, hingga calon investor duduk bersama membicarakan satu hal yang sama: bagaimana singkong Lampung bisa menjadi energi bagi negeri sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Mulai 27 November, Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Disesuaikan: BTB Pastikan Layanan Meningkat

Bagi Jamsari, seorang pengurus kelompok tani yang hadir dalam forum tersebut, program ini membawa angin segar setelah bertahun-tahun petani dihantui ketidakpastian harga.
“Kami senang mendengar ada program ini. Selama ini petani singkong sering bingung karena harga kadang jatuh. Baru beberapa bulan terakhir harga mulai membaik. Mudah-mudahan kalau singkong dipakai untuk energi, harga bisa tetap stabil,” ujarnya penuh harap.
Lampung memang bukan daerah asing bagi singkong. Provinsi ini menjadi penghasil singkong terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai jutaan ton setiap tahun. Di banyak desa, singkong bukan sekadar tanaman, tetapi sumber kehidupan.

Dari hasil singkong itulah anak-anak bersekolah, dapur tetap mengepul, hingga roda ekonomi desa terus bergerak.
Karena itu, ketika pemerintah mulai serius mendorong bioetanol berbahan baku singkong sebagai bagian dari program energi nasional Presiden Prabowo Subianto, banyak petani berharap nasib mereka ikut berubah.
Business Support Head PTPN I Regional 7, Iskandar Dewantara, mengatakan pihaknya siap mendukung program pemerintah dengan menyediakan lahan yang tersebar di enam unit kebun di Lampung.

Baca Juga  Tak Lagi Terbebani Tunggakan, Warga Bandar Lampung Bisa Nikmati PBB Gratis dan Penghapusan Denda

Menurutnya, program ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bentuk dukungan terhadap ketahanan energi sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung Elvira Umihani menyebut lebih dari 314 ribu keluarga di Lampung menggantungkan hidup dari budidaya singkong.
“Karena itu program ini diharapkan bisa memberi dampak besar, bukan hanya untuk energi nasional tetapi juga kesejahteraan petani,” katanya.

Kini, di tengah semangat menuju energi baru terbarukan, singkong yang selama ini tumbuh sederhana di ladang-ladang desa perlahan mendapat tempat baru sebagai komoditas strategis nasional.
Dan bagi petani Lampung, harapan itu mungkin sesederhana satu hal: harga panen yang tetap baik dan kehidupan keluarga yang lebih sejahtera.(Rls)

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Siapkan 31 Puskesmas Layani PrEP, Pemanfaatan Masih Rendah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan