BANDAR LAMPUNG – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandar Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Early Warning and Intelligence System (EWIS) berbasis web digital di Kota Bandar Lampung.

Dukungan tersebut dituangkan dalam Surat Pernyataan Dukungan yang ditandatangani Ketua BPC HIPMI Kota Bandar Lampung, Indra Fariza, S.Ak., Kamis (8/10/2026).

EWIS merupakan bagian dari aksi perubahan bertajuk “Penguatan Tata Kelola Koordinasi dan Pertukaran Informasi Intelijen melalui Early Warning and Intelligence System (EWIS) Berbasis Web Digital di Wilayah Kota Bandar Lampung”.

Program tersebut digagas Deny Permadi, S.Sos., Korwil Bandar Lampung BINDA Lampung, selaku Action Leader atau Project Leader EWIS.

Baca Juga  Dekranasda Lampung Berbagi 1.500 Takjil di Ramadan

Ketua BPC HIPMI Kota Bandar Lampung, Indra Fariza, mengatakan Kota Bandar Lampung sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan jasa membutuhkan sistem tata kelola informasi yang cepat, akurat, aman, serta terintegrasi.

Menurutnya, stabilitas keamanan dan kondisi wilayah yang kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan usaha, menarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“HIPMI menilai EWIS sebagai inovasi yang mampu memperkuat koordinasi antarinstansi, mendeteksi secara dini potensi kerawanan, mempercepat penyampaian early warning kepada pihak berwenang, hingga mendukung pemetaan kerawanan melalui digital hazard mapping,” ujar Indra.

Ia menilai keberadaan sistem tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih aman dan responsif terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi.

Baca Juga  Ramp Check Bus di Bandar Lampung Digelar Hingga 27 Maret 2025

Namun demikian, Indra menekankan implementasi EWIS harus tetap dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan kewenangan masing-masing instansi.

“Dalam pelaksanaannya, EWIS harus tetap menjunjung kewenangan masing-masing instansi, keamanan informasi, klasifikasi data, serta prinsip need-to-know,” tegasnya.

Menurut Indra, kolaborasi dan pertukaran informasi yang terkelola dengan baik akan membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merespons potensi kerawanan secara lebih cepat dan tepat.

“Dengan semangat Satu Informasi – Satu Peta Kerawanan – Satu Persepsi – Respons Lebih Cepat, EWIS dapat menjadi instrumen kolaboratif untuk membangun Bandar Lampung yang lebih aman, responsif, dan kondusif bagi dunia usaha,” pungkasnya.(Rls)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan