BANDAR LAMPUNG – Sembilan karateka muda dari Dojo Fajar Baru Madani menorehkan prestasi dalam Open Tournament Karate Piala Pangkoarmar 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Minggu (1/11/2026).

Dalam kejuaraan tersebut, sembilan karateka muda itu berhasil membawa pulang medali emas dan perak setelah tampil di sejumlah kategori festival.

Kejuaraan ini menjadi ajang bagi para karateka muda untuk menguji kemampuan teknik, mental bertanding, sekaligus menambah pengalaman di atas tatami.

Sembilan kohai tersebut turun pada nomor kata dan kumite perorangan, dengan kelompok usia mulai dari pra usia dini, pra pemula, pemula, hingga kadet.

Mereka adalah Ashraf Qadaffi, Ozil El Ghazali, Qieba Bagus Prakoso, Zihan Darla Calista, Syakirah Mufidah, Reni Meitya Sari, Qori Elfiana Choirunisa, Amanda Mutiara, dan Zahira Meisya.

Baca Juga  Eks Kasat Narkoba Polres Lamsel AKP Andri Gustami Divonis Hukuman Mati.

Keberhasilan membawa pulang medali emas dan perak menjadi buah dari proses latihan dan pembinaan yang selama ini dijalani. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan kemampuan menghadapi kejuaraan berikutnya.

Senpai Dojo Fajar Baru Madani, Solichen, mengatakan pengalaman bertanding memiliki peran penting dalam membentuk karakter seorang karateka, terutama dalam membangun keberanian, kedisiplinan, dan mental sejak usia dini.

“Pertandingan bukan hanya soal menang atau kalah. Yang terpenting, anak-anak berani mencoba, mendapatkan pengalaman, dan mampu mengukur sejauh mana kemampuan mereka setelah menjalani latihan,” ujar Solichen.

Menurutnya, keikutsertaan sembilan kohai tersebut juga diharapkan dapat memacu semangat anggota dojo lainnya untuk berani mengikuti kompetisi.

Pasalnya, masih banyak anggota Dojo Fajar Baru Madani yang belum turun ke arena pertandingan karena berbagai pertimbangan dan alasan.

Baca Juga  Dari Lahan Kosong, Asa Koperasi Desa Bersemi

“Kami berharap prestasi dan pengalaman sembilan kohai ini bisa menjadi motivasi bagi teman-temannya. Jangan takut mencoba, karena keberanian untuk bertanding merupakan bagian dari proses belajar dan berkembang,” katanya.

Ia menambahkan, medali yang diraih bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan penyemangat untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

“Harapannya, ke depan semakin banyak kohai yang berani tampil di kejuaraan. Bukan hanya mengejar medali, tetapi juga membangun disiplin, mental, dan karakter melalui karate,” tutupnya.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan