Bandar Lampung – Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Bandarlampung meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera menanggapi keluhan warga terkait kondisi pondasi sungai dan jembatan di Jalan Suban, Kampung Sukajadi, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang. Infrastruktur tersebut mengalami kerusakan akibat tergerus aliran air, yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan bencana bagi warga sekitar.

Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Bandarlampung, Endang Asnawi, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Jika dibiarkan, bukan hanya pondasi sungai yang akan roboh, tetapi juga jembatan yang ada di atasnya.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, maka dari itu diharapkan Dinas PU segera bertindak sebelum terjadi bencana. Jika pondasi sungai ini roboh, maka jembatan di atasnya berpotensi ambruk juga,” ujar Endang Asnawi, Kamis (20/3/2024).

Baca Juga  Mulai 27 November, Tarif Tol Bakauheni–Terbanggi Besar Disesuaikan: BTB Pastikan Layanan Meningkat

Menurutnya, laporan warga terkait kondisi ini sudah pernah disampaikan kepada Dinas PU, tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata. Ia menegaskan bahwa pemerintah seharusnya lebih responsif terhadap pengaduan warga dan tidak menunggu hingga terjadi musibah baru bertindak.

“Jangan sampai nanti sudah ada musibah baru ada tindakan. Warga sudah pernah melaporkan kondisi ini, jadi Dinas PU harus lebih tanggap,” tambahnya.

Salah satu warga setempat, Gatot Subroto, mengaku sudah dua kali melaporkan masalah ini kepada Dinas PU melalui telepon, namun belum mendapat respons yang memadai.

“Saya sudah dua kali melaporkan lewat telepon, tapi belum ada tanggapan. Kami berharap ada tindakan segera dari Dinas PU atau setidaknya ada koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengatasi masalah ini,” kata Gatot.

Baca Juga  Paripurna Istimewa HUT ke-342 Kota Bandar Lampung Berlangsung Semarak

Ia menambahkan bahwa saat hujan deras, air mengikis pondasi sungai dan meningkatkan risiko banjir karena aliran sungai tertimbun. Jika pondasi sungai sampai roboh, dampaknya bisa menghancurkan rumah-rumah warga sekitar dan membuat jembatan ikut ambruk.

“Kami meminta perhatian dari pemerintah. Jangan sampai setelah ada korban baru ada tindakan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas PU terkait permintaan perbaikan infrastruktur di lokasi tersebut.(Ridho)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan