Bandar Lampung- — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turun langsung menemui ratusan petani singkong dan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa menuntut keadilan harga singkong. Dalam suasana yang sempat memanas, Gubernur mengajak massa berdialog, namun sempat ditolak sebelum akhirnya beberapa perwakilan bersedia berdiskusi di Balai Keratun.

Mirza menegaskan komitmennya membela petani, menyebut langkah konkret seperti pembebasan 23 ribu ijazah siswa anak petani, penambahan kuota serapan gabah oleh Bulog, serta program pemutihan tunggakan untuk 2 juta warga.

Ia juga menyoroti potensi provokasi dalam aksi tersebut dan menyerukan pentingnya solusi damai. “Harga harus dibentuk secara adil dan ikhlas kedua belah pihak. Kalau pabrik tutup, petani sendiri yang rugi,” ujarnya.

Baca Juga  Ekonomi Lampung 2025 Tumbuh 5,28 Persen, Tertinggi Ketiga di Sumatera

Gubernur menutup dengan ajakan menjaga kondusivitas daerah dan tetap membuka ruang dialog untuk mencari solusi terbaik.(Rls)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan