Bandar Lampung – Nama Robiatul Adawiyah, anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tengah menjadi sorotan publik. Hal ini menyusul insiden dugaan intimidasi terhadap wartawan yang terjadi di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang.

Peristiwa tersebut bermula saat seorang wartawan Harian Kandidat mencoba meminta keterangan dari Robiatul Adawiyah usai menghadiri sidang kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesawaran, Selasa (21/04).

Dalam sidang tersebut, salah satu terdakwa, Syahril Taufik, diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Robiatul Adawiyah. Kondisi ini memicu ketertarikan wartawan untuk menggali tanggapan dari yang bersangkutan.

Namun, upaya wawancara tersebut tidak berjalan mulus. Robiatul Adawiyah menolak memberikan keterangan dan memilih meninggalkan lokasi. Situasi kemudian memanas ketika seorang perempuan yang diduga kerabatnya melontarkan protes keras kepada wartawan, bahkan disertai dugaan ancaman dan tindakan intimidatif.
Insiden ini pun memunculkan perhatian luas, tidak hanya terkait peristiwa di lapangan, tetapi juga terhadap sosok Robiatul Adawiyah itu sendiri.

Baca Juga  Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Patroli dan Deteksi Dini

Robiatul Adawiyah dikenal sebagai anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebagai legislator, ia memiliki peran dalam fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi di tingkat daerah.

Meski tidak banyak tampil di ruang publik secara luas, kehadirannya dalam persidangan kasus SPAM Pesawaran menjadi perhatian tersendiri, terlebih dengan adanya hubungan keluarga dengan salah satu terdakwa.

Sorotan Publik dan Isu Kebebasan Pers
Insiden yang melibatkan wartawan tersebut memicu keprihatinan terkait kebebasan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya dalam mengakses narasumber di ruang publik seperti pengadilan.

Dalam praktik jurnalistik, wawancara merupakan bagian dari upaya menggali informasi yang berimbang. Penolakan wawancara merupakan hak narasumber, namun dugaan intimidasi terhadap wartawan menjadi isu serius yang mendapat perhatian publik.

Baca Juga  Wali Kota Eva Dwiana Berangkatkan Ribuan Jemaah Wisata Religi ke Masjid Al-Jabbar

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Robiatul Adawiyah terkait insiden tersebut.(Red/Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan