Bandar Lampung — Di tengah suasana hangat dan penuh semangat di aula balai keratun Gubernur Lampung Mirzani Djausal memberikan sambutan dengan Kalimat pembukanya tak biasa—penuh refleksi dan kesadaran sejarah pribadinya: “Saya salah satu anak muda yang dibesarkan oleh media.”
Ucapan itu bukan basa-basi. Dalam pelantikan pengurus Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung periode 2025–2028,Kamis (19/6/2025). Gubernur Mirzani menyampaikan bagaimana peran media membentuk jalan hidup dan pemikirannya sejak 2005. Bahkan, jauh sebelum ia menjadi orang nomor satu di Lampung, ia sudah akrab dengan wartawan, baik saat aktif di dunia bisnis maupun ketika menggeluti organisasi pengusaha muda HIPMI.

“Saya kenal dunia media sejak 2005. Informasi dari teman-teman wartawan menjadi bahan pemikiran saya dalam mengambil keputusan—baik soal usaha, literasi, maupun ketika saya harus berbicara di depan publik,” ujar Mirzani dengan nada tulus.
Di hadapan para jurnalis yang baru dilantik, Gubernur menyampaikan harapannya agar IJP menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat, terutama di bidang literasi.
“Wartawan adalah penjaga nurani publik. Maka jadilah jurnalis yang terus menggali kebenaran dan menyuarakan yang benar. Saya percaya wartawan masih punya nurani, dan kita harus saling berbagi, tidak boleh alergi kritik,” katanya, disambut tepuk tangan hadirin.
Lebih jauh, Gubernur juga mendorong agar IJP dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan OPD lainnya dalam membangun kekuatan literasi di Provinsi Lampung.
“Karena kekuatan literasi itu kekuatan abadi—lebih kuat dari infrastruktur fisik. Literasi membentuk cara berpikir, membuka cakrawala, dan menentukan masa depan,” tambahnya.
Ketua IJP terpilih periode 2025–2028, Abung Mamasa dalam sambutannya menyatakan bahwa acara pengukuhan ini mempertegas komitmen IJP Lampung untuk terus mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Abung Mamasa, IJP Lampung hadir bukan hanya hadir sebagai wadah formal jurnalis yang meliput aktivitas Pemerintah Provinsi Lampung saja, tapi juga sebagai penjaga kualitas informasi publik.
“Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah dengan menghadirkan narasi yang faktual, solutif dan memberdayakan masyarakat,” tegas Abung Mamasa. (**)





