Bandung-Kota Bandung menyambut rombongan Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung dengan udara hangat ketika mereka tiba di kantor Pikiran Rakyat Media Network (PRMN). Gedung yang telah berusia hampir enam dekade itu berdiri seperti penjaga sejarah panjang dunia pers Jawa Barat.

Ketua IJP Lampung, Abung Mamasa, memimpin kunjungan ini dengan satu tujuan: mencari resep bagaimana Pikiran Rakyat tetap bertahan menerbitkan koran di tengah badai digital. “Kami ingin belajar dari yang sudah membuktikan diri,” ujarnya.

Di ruang pertemuan, Managing Editor PRMN Muhammad Bayu Pratama memaparkan perjalanan Pikiran Rakyat sejak berdiri pada 1966, jatuh bangun menghadapi kebakaran percetakan, krisis finansial, hingga perubahan besar pola konsumsi media. Namun satu hal yang selalu menjadi pegangan mereka: kepercayaan publik.

Baca Juga  Pj Gubernur Lampung Tinjau Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 

Bayu juga memperkenalkan PRFM 107.5 FM, radio berbasis citizen journalism yang menerima ribuan laporan warga setiap hari—bukti bahwa kedekatan dengan publik masih menjadi senjata paling ampuh media lokal.

Tantangan koran yang kian berat juga disinggung. Meski konsumsi cetak menurun, muncul fenomena 40 persen Gen Z di Amerika kembali menyukai media fisik. Peluang ini digarap Pikiran Rakyat lewat kolaborasi kampus dan komunitas muda.

Kunjungan singkat itu ditutup dengan satu pelajaran penting: media bertahan bukan hanya karena teknologi, tetapi karena keberanian beradaptasi tanpa meninggalkan kedekatan dengan pembacanya.(Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan