BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memantau pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 2025. Sejumlah komoditas pangan masih tercatat memberikan andil besar terhadap inflasi, khususnya cabai rawit dan cabai merah yang mendominasi inflasi pada momen Idul Adha sejak 2021 hingga 2024.
Memasuki Mei 2025, pola penyumbang inflasi mulai bergeser. Berdasarkan laporan Bank Indonesia dan data SP2KP, komoditas yang memberikan andil inflasi pada komponen bergejolak (volatile food) antara lain tomat, beras, dan ketimun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Pudji, menjelaskan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ke-2 Juni 2025. Dari hasil pencatatan hingga 13 Juni 2025, terdapat 14 provinsi yang mengalami kenaikan IPH, satu provinsi stabil, dan 23 provinsi mengalami penurunan IPH dibandingkan bulan sebelumnya.
“Adapun komoditas yang dominan memberikan andil kenaikan IPH di 14 provinsi tersebut adalah beras dan daging ayam ras,” ungkap Pudji.
Menanggapi hal ini, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, BI, Bulog, serta pemerintah kabupaten/kota.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa upaya stabilisasi harga dilakukan dengan memperkuat operasi pasar, memastikan distribusi pangan berjalan lancar, serta menjaga pasokan dari produsen ke konsumen.
“Pemprov Lampung tidak tinggal diam. Kami terus berupaya agar harga pangan tetap terkendali, terutama komoditas yang menjadi penyumbang inflasi seperti beras, ayam ras, dan cabai. Kestabilan harga pangan sangat penting agar masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan tenang,” ujarnya.
Pemprov Lampung juga mendorong kolaborasi antara petani, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah agar rantai distribusi pangan lebih efisien. Langkah ini diharapkan mampu menekan fluktuasi harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.(Rls)




