Bandar Lampung– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali transportasi umum, khususnya angkutan kota (angkot) yang sempat tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat, mengatakan bahwa kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana untuk mengembalikan layanan transportasi publik di Kota Tapis Berseri.

“Sejak pandemi, transportasi publik bisa dikatakan mati suri karena masyarakat banyak beralih ke transportasi online. Namun atas permintaan warga dan perintah Ibu Wali, kami akan mengaktifkan kembali transportasi umum di Bandar Lampung, baik bus maupun angkot,” ujar Socrat, Rabu (8/10/2025).

Baca Juga  Komisi I DPRD Lampung Gelar RDP dengan KPU dan Bawaslu Terkait PSU Pilkada Pesawaran

Saat ini, Dishub memberikan kesempatan kepada pemilik angkot untuk melakukan uji coba beroperasi kembali menggunakan kendaraan lama. Tahapan ini sekaligus menjadi dasar evaluasi potensi pendapatan dan kesiapan mereka sebelum diwajibkan menggunakan armada baru sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

“Sekarang masih tahap uji coba. Nantinya semua angkot wajib memperbarui kendaraan, tapi karena mereka belum siap, kita beri waktu untuk menghitung penghasilan agar tahu kemampuan membeli unit baru,” jelasnya.

Lebih lanjut, Socrat mengungkapkan bahwa Pemkot bersama DPRD Kota Bandar Lampung tengah membuka peluang pemberian subsidi transportasi publik, baik dalam bentuk bantuan operasional maupun kendaraan.

“Ke depan, siapa tahu transportasi publik bisa dibantu pemerintah, artinya bisa disubsidi. Ini tentu butuh proses dan akan kami bahas bersama DPRD. Rencana ini juga berpotensi masuk dalam pembahasan APBD 2026,” terangnya.

Baca Juga  Pj. Gubernur Lampung Tinjau Pasar Murah, Upaya Pengendalian Inflasi dan Ketersediaan Bahan Pokok untuk Masyarakat

Selain menyiapkan skema subsidi, Dishub juga telah berkoordinasi dengan Organda dan para pemilik angkot untuk menata kembali rute lama serta membuka kemungkinan penambahan rute baru sesuai kebutuhan masyarakat.

“Harapannya, bus dan angkot bisa saling mendukung, bukan saling berebut trayek. Semua demi melayani kebutuhan transportasi masyarakat dengan lebih baik,” pungkas Socrat.(red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan