Bandar Lampung — Anggota Komisi III DPRD Lampung, Yozi Rizal, menilai tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung dipicu oleh penetapan target yang tidak sesuai potensi riil serta berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung, Selasa (6/1/2026).
Menurut Yozi, selain Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Dana Bagi Hasil (DBH) pajak rokok juga menjadi faktor yang memengaruhi. Ia menegaskan, DBH pajak rokok sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat sehingga daerah tidak memiliki ruang intervensi ketika terjadi pengurangan transfer.
“Dana bagi hasil pajak rokok itu ditetapkan pusat. Kalau ada pengurangan, daerah tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya.
Yozi menekankan pentingnya penyusunan target berbasis data faktual. Ia menyoroti perbedaan antara potensi kendaraan bermotor yang selama ini diasumsikan lebih dari 4 juta unit dengan kendaraan aktif yang benar-benar berpotensi pajak, yang diperkirakan hanya sekitar 2 juta unit.
Menurutnya, persoalan validitas data inilah yang kerap membuat target PAD meleset dan memunculkan kesan kinerja pemungutan menurun, padahal secara total penerimaan justru meningkat.
Ia menjelaskan, pada 2024 seluruh penerimaan PKB tercatat masuk ke kas provinsi. Namun pada 2025, kebijakan opsen pajak membuat sebagian penerimaan langsung terbagi ke kabupaten/kota, sehingga porsi yang tercatat di kas provinsi lebih kecil meski total penerimaan naik.
Ke depan, Komisi III DPRD Lampung mendorong sinkronisasi data lintas lembaga, termasuk dengan kepolisian dan Jasa Raharja, guna memperbaiki basis data kendaraan bermotor.
Selain itu, DPRD juga mengusulkan revisi Perda Nomor 4 tentang Pajak dan Retribusi Daerah pada 2026, guna memperluas kewenangan daerah dan mengoptimalkan pengelolaan aset.
Melalui pembenahan data, regulasi, dan inovasi pengelolaan aset, DPRD berharap perencanaan PAD ke depan lebih akurat, berkelanjutan, dan tidak lagi dibebani target yang sulit direalisasikan.(Rdo)



