BANDAR LAMPUNG –  pagi ini, Jalan Ikan Bawal di Pesawahan terasa berbeda. Lampion-lampion merah bergoyang pelan diterpa angin Teluk Lampung, sementara aroma dupa menguar lembut dari pelataran Vihara Amurwa Bhumi Graha. Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bukan sekadar perayaan pergantian waktu, melainkan ruang hening untuk merawat kebersamaan.
Di tengah suasana khidmat, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, hadir menyapa umat. Tanpa jarak, ia menyalami warga satu per satu, para orang tua yang membawa cucu, pedagang kecil yang menyempatkan diri berdoa, hingga anak-anak yang memegang angpao dengan mata berbinar.
“Imlek adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan. Bandar Lampung ini rumah kita bersama,” ucapnya pelan namun tegas.
Di sudut vihara, Romo Cien Wie berbicara tentang Tahun Kuda Api. Menurutnya, kuda adalah simbol gerak dan keberanian, sementara api adalah energi yang menyala. “Tapi api juga harus dijaga agar tidak membakar. Semangat boleh membara, namun tetap dalam kebaikan,” tuturnya.
Imlek tahun ini terasa lebih membumi. Dari altar doa, langkah-langkah umat berlanjut ke jalanan sekitar Pasar Gudang Lelang. Paket sembako dibagikan kepada pedagang dan pekerja harian tanpa memandang latar belakang. Tawa kecil dan ucapan terima kasih mengalir sederhana, namun hangat.
Seorang petugas kebersihan menerima bingkisan dengan mata berkaca-kaca. “Senang rasanya diperhatikan,” katanya lirih. Di momen seperti itulah, perayaan menemukan maknanya: bukan pada gemerlapnya, tetapi pada kepedulian yang dibagi.
Sejak awal Februari, umat telah membersihkan altar dan pratima. Namun yang lebih penting, kata Romo Cien Wie, adalah membersihkan hati. “Kalau batin bersih, hubungan antar-manusia pun jernih.”
Di Kota Tapis Berseri, Imlek menjadi lebih dari sekadar tradisi etnis. Ia menjelma ruang perjumpaan—di mana perbedaan tidak dipertajam, melainkan dipeluk. Di bawah lampion merah, doa-doa melayang ke langit yang sama, membawa harapan sederhana: semoga Bandar Lampung terus rukun, terus bergerak, dan terus saling menjaga.(Nda)

Baca Juga  Duh, Harga Minyak Goreng di Chandra Supermarket Tidak Ada Rp14 Ribu

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan