Bandar Lampung — Pagi yang tenang menyelimuti halaman Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung. Barisan aparatur sipil negara berdiri rapi, namun suasana hari itu terasa lebih dalam dari sekadar rutinitas apel.

Di hadapan mereka, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, memimpin jalannya kegiatan yang dirangkai dengan pencanangan Zona Integritas. Sebuah momen yang tidak hanya tentang seremoni, tetapi juga tentang harapan yang ingin dijaga.

Satu per satu kalimat komitmen diikrarkan. Menolak korupsi, menjunjung integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kalimat-kalimat itu sederhana, namun bagi banyak ASN, maknanya tidak ringan.

Penandatanganan pakta integritas bersama Kepala BKD Rendi Riswandi, disaksikan Inspektur Bayana, menjadi penanda awal. Tapi yang lebih penting, adalah bagaimana komitmen itu hidup setelah tinta mengering.

Baca Juga  Disnakkeswan Ukir Prestasi di HUT Lampung

Dalam amanatnya, Marindo tidak hanya berbicara soal program. Ia menyinggung hal yang lebih mendasar: kepercayaan.
“Ini bukan sekadar kegiatan. Ini tentang bagaimana kita bekerja dengan jujur dan melayani dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Di tengah dorongan digitalisasi dan sistem yang semakin modern, ia mengingatkan bahwa perubahan terbesar tetap bergantung pada manusia di baliknya. Integritas, kata dia, bukan sesuatu yang bisa dipasang seperti banner tetapi harus tumbuh dalam keseharian.

Bagi para ASN yang hadir, momen itu mungkin menjadi ruang refleksi. Tentang pelayanan yang pernah diberikan, tentang harapan masyarakat yang dititipkan, dan tentang tanggung jawab yang tak selalu terlihat.

Apel pun berakhir. Aktivitas kembali berjalan seperti biasa. Namun di pintu masuk kantor, sebuah banner Zona Integritas kini berdiri sebagai pengingat.
Bahwa setiap langkah masuk ke ruang kerja, bukan hanya tentang tugas yang harus diselesaikan, tetapi juga tentang kepercayaan yang harus dijaga.

Baca Juga  Rakyat Lampung Gedor Jakarta, Desak Ukur Ulang HGU SGC dan Copot Menteri Nusron Jika Lindungi Korporasi

Karena pada akhirnya, seperti diingatkan Sekda Lampung, birokrasi yang bersih tidak lahir dari seremoni.
Ia tumbuh dari kejujuran yang dirawat, diam-diam, setiap hari.(Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan