BANDAR LAMPUNG — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berlangsung dengan wajah yang berbeda. Tidak ada hiruk-pikuk aksi turun ke jalan ataupun seruan bernada keras. Di sejumlah daerah, para pekerja justru memilih merayakannya dengan doa bersama, donor darah, hingga berbagi santunan kepada masyarakat.

Di Bandar Lampung, puluhan pekerja yang tergabung dalam SPPN VII tampak bergantian mendonorkan darah mereka. Dari kegiatan itu, terkumpul 65 kantong darah yang nantinya akan membantu pasien yang membutuhkan. Bagi mereka, May Day bukan hanya tentang memperjuangkan hak pekerja, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi sesama.

Ketua Umum SPPN VII, Sasmika Dwi Suryanto, mengatakan semangat kepedulian sosial menjadi pesan utama yang ingin disampaikan para pekerja tahun ini.
“Setetes darah yang disumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain. Itu yang ingin kami hadirkan di momentum May Day,” ujarnya.

Baca Juga  Pemprov Lampung Raih Penghargaan RAN PE Award 2024 atas Komitmen Cegah Terorisme

Nuansa serupa juga terasa di Surabaya. Pengurus dan anggota SPBUN PTPN I Regional 5 berkumpul di Masjid Husnul Khatimah untuk menggelar istighosah bersama manajemen perusahaan. Doa-doa dipanjatkan bukan hanya untuk keberlangsungan perusahaan, tetapi juga untuk kesejahteraan para pekerja dan keluarga mereka.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menilai peringatan Hari Buruh yang diisi dengan kegiatan spiritual dan aksi kemanusiaan menunjukkan tumbuhnya hubungan industrial yang lebih dewasa.
Menurutnya, pekerja bukan sekadar bagian dari sistem perusahaan, melainkan kekuatan utama yang menjaga denyut kehidupan industri perkebunan tetap berjalan.

Di daerah lain, semangat berbagi juga hadir lewat santunan kepada anak yatim dan lansia. Di Kebun Kalisanen, Jember, pekerja dan manajemen duduk bersama menyerahkan bantuan kepada warga sekitar. Senyum para lansia dan anak-anak menjadi pemandangan yang menghangatkan peringatan Hari Buruh tahun ini.

Baca Juga  AKAR Lampung Ancam Duduki Kementerian Kehutanan, Soroti Kawasan Register dan Konservasi

Manajer Kebun Kalisanen, Tatang Setiawan, menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengingat bahwa perusahaan tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya.
Bagi sebagian pekerja, May Day tahun ini menjadi ruang refleksi bahwa buruh bukan hanya identik dengan tuntutan dan demonstrasi. Di balik rutinitas kerja yang keras, ada semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian yang tetap hidup.

Di tengah tantangan industri yang terus berubah, para pekerja di lingkungan PTPN memilih memperingati Hari Buruh dengan cara sederhana yakni berbagi harapan, menjaga kebersamaan, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan