Bandar Lampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memperkuat patroli di wilayah pesisir sebagai langkah antisipasi dampak banjir rob, menyusul peringatan potensi pasang air laut dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung Idham Basyar Saputra mengatakan, patroli intensif dilakukan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus memastikan kesiapsiagaan aparatur dan masyarakat.
“Kami memperkuat patroli di wilayah pesisir untuk mengantisipasi dampak banjir rob yang diprediksi BMKG,” ujar Idham,  (02/12/2025).
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, potensi banjir rob masih bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, Pemkot Bandar Lampung telah menyiapkan langkah mitigasi sejak dini guna meminimalkan risiko terhadap warga.
BPBD Bandar Lampung menyiagakan sekitar 25 hingga 30 personel yang bertugas melakukan patroli rutin, melaporkan perkembangan situasi terkini, serta membantu masyarakat apabila terjadi dampak banjir rob.
Selain patroli, BPBD juga meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kawasan pesisir yang dinilai memiliki risiko tinggi, tidak hanya terhadap banjir rob, tetapi juga potensi tsunami dan bencana alam lainnya.
Sebagai langkah konkret, BPBD telah memasang rambu-rambu evakuasi di sejumlah titik pada lima kecamatan pesisir, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur keselamatan dan langkah evakuasi jika terjadi bencana.
Pemkot Bandar Lampung mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat.(nda)

Baca Juga  Pilkada Serentak, Membawa Asa Kepala Daerah yang Bersih dan Berwibawa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan