Bandar Lampung — Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung berharap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan dapat menyasar balita dengan kondisi gizi buruk guna menekan angka stunting di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan selama ini sasaran MBG di sekolah sudah terdata dengan baik melalui Dinas Pendidikan. Namun, anak-anak usia di bawah sekolah belum tentu tercatat sebagai penerima manfaat.
“Kami berharap program MBG bisa menyasar balita yang masuk kategori gizi buruk, sehingga dapat membantu mengurangi stunting,” kata Muhtadi di Bandarlampung, Jumat.
Ia menilai perlu adanya mekanisme khusus agar balita dapat menjadi sasaran program tersebut, mengingat perbaikan gizi sejak dini sangat menentukan kualitas generasi penerus bangsa.
Muhtadi menegaskan, penanganan stunting dan gizi buruk tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan semata, melainkan memerlukan keterlibatan lintas sektor.
“Harus dicari dulu penyebab stuntingnya. Selain faktor pengetahuan, kondisi ekonomi keluarga juga sangat berpengaruh. Karena itu, pengentasan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinkes,” ujarnya.
Menurut dia, Dinas Kesehatan berfokus pada penanganan aspek kesehatan dan gizi balita, sementara persoalan lingkungan dan ekonomi keluarga menjadi ranah dinas terkait lainnya.
“Misalnya, dukungan permodalan usaha dan pendampingan ekonomi keluarga juga penting agar pendapatan meningkat. Jika ekonomi membaik, kemampuan memenuhi kebutuhan gizi anak juga akan meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, tidak semua kasus stunting terjadi pada keluarga kurang mampu atau lingkungan kumuh. Pada keluarga menengah ke atas, faktor pengetahuan dan pola asuh menjadi perhatian utama.
“Untuk kasus seperti itu, kami melakukan pendekatan melalui edukasi kepada keluarga,” ujar Muhtadi.(Rio)

Baca Juga  Wagub Lampung Dampingi Wamen Pendidikan Tinggi dalam Silaturahmi PTS se-Lampung

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan