Table of contents: [Hide] [Show]

 

Bandar Lampung, trabas.co – Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua perusahaan yang berada di sekitar daerah terdampak banjir di Waylunik, Bandar Lampung, pada Selasa (21/01/2025). Sidak ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR Provinsi Lampung.

Dari hasil sidak, ditemukan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai akibat longsoran material dari perusahaan tambang batu. Selain itu, saluran air di bawah Jalan Lintas Sumatera yang terlalu kecil juga menjadi faktor utama meluapnya air sungai.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Mukhlis Basri, menjelaskan bahwa gorong-gorong di bawah jalan tersebut tidak mampu menampung debit air yang besar. Hal ini semakin diperparah oleh sedimentasi material longsor yang menyempitkan aliran sungai.

Baca Juga  Kemendagri Verifikasi Pembentukan UPTD Baru di Lampung

“Menurut warga, gorong-gorong sebelumnya memiliki lebar yang sama dengan sungai. Namun, setelah perbaikan jalan, ukurannya diperkecil sehingga tidak mampu menampung debit air dari gunung. Kami sudah meminta kementerian terkait untuk segera meninjau lokasi ini,” kata Mukhlis.

Sidak ke PT. Ganda Pahala Tara Perkasa

Rombongan juga mengunjungi PT. Ganda Pahala Tara Perkasa, salah satu perusahaan tambang batu di lokasi tersebut. Mereka bertemu dengan pemilik perusahaan, Silvester, yang menjelaskan bahwa perusahaannya sudah dua tahun tidak beroperasi karena masih menunggu izin dari pemerintah pusat setelah adanya perubahan regulasi.

“Kami masih dalam proses perpanjangan izin yang berubah karena peraturan baru. Sejak dua tahun lalu, alat berat dan mesin pengolah batu di sini tidak beroperasi,” jelas Silvester.

Baca Juga  DPRD Lampung Hadiri Serah Terima Jabatan Gubernur Lampung 2025-2030, Siap Bersinergi untuk Pembangunan Daerah

Sementara itu, Ketua RT 14 Kelurahan Waylaga, Robani, mengungkapkan bahwa pendangkalan sungai terjadi akibat material batu, tanah, dan pasir yang runtuh dari perusahaan tambang.

“Dulu sungai ini dalam, Pak. Di bawah gorong-gorong, kedalamannya lebih dari tinggi orang dewasa. Sekarang, sungai menjadi dangkal sehingga air meluap ke jalan dan rumah warga. Kami memohon agar sungai ini segera dikeruk dan gorong-gorong dilebarkan,” ujar Robani.

Menindaklanjuti temuan ini, DPRD Lampung meminta tindakan cepat dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini guna mencegah banjir yang semakin parah di masa mendatang.(Rls)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan