BANDAR LAMPUNG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung tahun ini tak sekadar diisi tausiyah dan rangkaian acara seremonial. Di tengah lantunan shalawat dan pesan tentang keteladanan Rasulullah, ada 200 paket sembako yang disiapkan untuk mereka yang membutuhkan.

Pemandangan itu menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Kanwil Kemenag Lampung di Aula Saibatin, Rabu (2/9/2026).

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, mengatakan Maulid Nabi semestinya menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW, lalu menerjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan. Kecintaan itu harus terlihat dari sikap, cara bekerja, dan bagaimana seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan dengan meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama. Iman itu membutuhkan ilmu,” ujar Zulkarnain.

Ia mengingatkan jajaran Kemenag Lampung tentang pesan dalam Surat Ali Imran ayat 104 mengenai pentingnya menyeru kepada kebajikan, mengajak kepada yang makruf, dan mencegah kemungkaran.

Baca Juga  Pemprov Lampung Susun APBD 2027 Lebih Efisien

Pesan tersebut dinilai sangat dekat dengan tugas aparatur Kementerian Agama. Sebab, pekerjaan ASN Kemenag bukan semata mengurus administrasi pemerintahan, tetapi juga berkaitan dengan pelayanan, pembinaan, serta penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

“Keteladanan Rasulullah harus hadir dalam cara kita bekerja dan memberikan pelayanan. Kita harus menjaga amanah, bekerja dengan baik, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Semangat memberi manfaat itu kemudian diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaisberzawa) Kanwil Kemenag Lampung, Makmur, mengatakan sebanyak 200 paket sembako disiapkan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Sebanyak 50 paket diberikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan Kanwil Kemenag Lampung. Sementara 150 paket lainnya disalurkan kepada masyarakat di luar lingkungan kantor.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari kiprah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kanwil Kemenag Lampung dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah.

UPZ Kanwil Kemenag Lampung sendiri mulai berjalan pada Februari 2026. Hingga September, program itu telah memasuki enam bulan pelaksanaan.

Baca Juga  Bandar Lampung Raih Juara Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi untuk Kesejahteraan Warga

“Selama enam bulan itu apa saja yang sudah kita lakukan nanti akan kita putar videonya,” kata Makmur.

Video perjalanan program zakat, infak, dan sedekah serta UPZ selama satu semester pun ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Sebuah catatan bahwa kepedulian tidak selalu harus datang dalam bentuk besar. Ia dapat tumbuh dari kebiasaan berbagi dan kemudian sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Rangkaian Maulid Nabi digelar selama dua hari, 1-2 September 2026. Selain penyaluran sembako, kegiatan juga diisi lomba Dai Cilik, kegiatan UMK halal binaan Kanwil Kemenag Lampung, pemberian beasiswa, penghargaan bagi para pemenang Dai Cilik, dan santunan.

Sebanyak 24 peserta dari kabupaten/kota di Lampung mengikuti lomba Dai Cilik. Hanya Mesuji dan Tulang Bawang yang tidak mengirimkan peserta.

Dalam tausiyahnya, penceramah Asep Nur Kholis Jamil mengajak ASN Kemenag Lampung dan masyarakat memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengenal kehidupan dan keteladanan beliau.

Baca Juga  PWI Lampung dan Disperindag Berbagi Lewat Pasar Murah Ramadan

Menurut Asep, Maulid Nabi dapat menjadi ruang untuk mendekatkan umat kepada Rasulullah melalui Al-Qur’an, shalawat, kajian sirah nabawiyah, ilmu, motivasi keagamaan, hingga berbagi kepada sesama.

Keteladanan Rasulullah, kata dia, tidak hanya tercermin dalam ibadah. Cara memperlakukan orang lain, menjaga amanah, bekerja, bersikap rendah hati, dan membangun hubungan dengan sesama juga merupakan bagian dari teladan yang relevan dalam kehidupan sekarang.

Terlebih bagi aparatur negara yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Semangat Maulid Nabi harus diterjemahkan dalam perilaku nyata. Bekerja dengan amanah, melayani dengan santun, dan menjalankan tugas secara profesional merupakan bentuk sederhana dari upaya meneladani Rasulullah,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi di Kanwil Kemenag Lampung itu akhirnya ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba Dai Cilik dan penyaluran 200 paket sembako.

Di sana, pesan tentang Rasulullah tidak hanya berhenti di atas mimbar. Ia berjalan keluar bersama paket-paket bantuan, menuju rumah-rumah warga yang membutuhkan.(Red)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan