BANDAR LAMPUNG — Musim kemarau membuat kondisi lingkungan di Kota Bandarlampung menjadi lebih kering. Di tengah cuaca panas dan angin yang cukup kencang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terlebih kemudian meninggalkannya tanpa pengawasan.

“Kami harap masyarakat tidak membakar sampah sembarangan kemudian meninggalkan tanpa pengawasan karena dapat memicu kebakaran,” kata Eva di Bandarlampung, Kamis.

Menurut Eva, kebiasaan membakar alang-alang atau rumput kering untuk membuka lahan juga sebaiknya dihindari. Warga diminta memilih cara yang lebih aman, seperti memotong alang-alang kemudian membuangnya ke tempat sampah.

Baca Juga  Pemprov Lampung Menata Arah Ketahanan Energi

Selain berisiko menyebabkan kebakaran lahan, kondisi cuaca yang panas dan kering juga membuat api lebih mudah merambat apabila terjadi kebakaran.

Eva juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau. Warga yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu maupun asap apabila terjadi kebakaran.

“Masyarakat kalau beraktivitas di luar ruangan sebaiknya menggunakan masker. Jangan lupa juga banyak minum air putih. Kami harap warga tidak menganggap sepele kondisi udara yang kering dan panas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Damkarmat Kota Bandarlampung Anthoni Irawan mengatakan kewaspadaan menjadi semakin penting karena musim kemarau disertai angin kencang.

Ia menyebut, dalam satu hari pada Selasa (25/8), pihaknya menangani tiga peristiwa kebakaran yang seluruhnya diduga berawal dari kelalaian warga saat membakar sampah.

Baca Juga  PTPN IV PalmCo Mengubah Limbah Sawit Menjadi Energi Bersih

“Kemarin pada Selasa (25/8) terdapat tiga peristiwa kebakaran yang kesemuanya akibat dari kelalaian warga saat membakar sampah,” kata Anthoni.

Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan merambat ketika kondisi lingkungan kering. Karena itu, masyarakat diminta tidak meninggalkan api begitu saja.

“Maka kalau warga ingin membakar sampah jangan sampai ditinggalkan, selalu diperhatikan takutnya kejadian serupa terulang kembali,” ujarnya.

Anthoni berharap kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran selama musim kemarau. Sebab, mencegah api sejak awal jauh lebih mudah dibandingkan menghadapi kebakaran yang sudah meluas.

Pemkot Bandarlampung pun mengajak warga saling mengingatkan dan menjaga lingkungan bersama. Kewaspadaan sederhana, seperti memastikan api benar-benar padam setelah membakar sesuatu, dapat membantu melindungi rumah, lahan, dan keselamatan warga sekitar.(Red)

Baca Juga  Mustika Bahrum Dorong Warga Tempel Rejo Jadi Agen Nilai Pancasila

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan