BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung menambah anggaran perbaikan jalan sebesar Rp37 miliar dalam APBD Perubahan 2026.

Tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk memperbaiki jalan lingkungan dan jalan kota yang mengalami kerusakan.

Sekretaris Dinas PU Bandar Lampung, Erik Hendarsyah, mengatakan dari total anggaran tersebut, Rp28 miliar dialokasikan untuk perbaikan 130 ruas jalan lingkungan. Sementara Rp9 miliar lainnya digunakan untuk memperbaiki tiga ruas jalan kota.

“Untuk jalan lingkungan Rp28 miliar, ada sekitar 130 ruas. Kemudian jalan kota Rp9 miliar untuk tiga ruas,” kata Erik.

Pekerjaan akan menggunakan metode pengaspalan maupun rabat beton, menyesuaikan kondisi masing-masing ruas jalan. Pengerjaan ditargetkan mulai berlangsung pada akhir Oktober 2026.

Baca Juga  Wagub Jihan Soroti Peluang Ekonomi Karbon di Kawasan Perhutanan Sosial Way Kalam

Erik menjelaskan, 130 ruas jalan lingkungan yang masuk dalam program tersebut merupakan ruas yang sebelumnya telah masuk dalam perencanaan dan kondisinya kini sudah cukup parah.

“Yang 130 ruas itu sudah masuk perencanaan tahun lalu dan kondisinya sudah rusak cukup parah,” ujarnya.

Namun, tambahan anggaran tersebut belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan perbaikan jalan di Bandar Lampung.

Saat ini, terdapat lebih dari 6.000 ruas jalan lingkungan dan sekitar 500 ruas jalan kota di Bandar Lampung.

Menurut Erik, idealnya pemerintah daerah membutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar setiap tahun khusus untuk penanganan jalan lingkungan.

Besarnya kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi karena pada APBD murni 2026 tidak terdapat alokasi untuk perbaikan jalan lingkungan. Kondisi itu salah satunya dipengaruhi adanya pekerjaan tunda bayar.

Baca Juga  Diberhentikan Sepihak dan Tanpa Pesangon Usai 21 Tahun Bekerja, Mantan Karyawan BRI Melapor ke Disnaker

Dengan tambahan Rp37 miliar melalui APBD Perubahan, Pemkot Bandar Lampung setidaknya kembali membuka ruang untuk memperbaiki ruas-ruas jalan yang kondisinya paling mendesak.

Perbaikan secara bertahap menjadi pilihan karena panjangnya jaringan jalan yang harus ditangani tidak sebanding dengan kemampuan anggaran daerah.

Pemkot menargetkan pekerjaan fisik mulai berjalan pada akhir Oktober 2026.(Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan