JEMBER – PTPN I (Persero) Regional 5 memperkuat kemitraan dengan petani pemilik lahan di Desa Ajong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk mendukung produksi Tembakau Bawah Naungan (TBN) berkualitas ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui skema kemitraan tersebut, PTPN I menyewa lahan persawahan milik warga dengan nilai yang kompetitif. Para pemilik lahan tetap dilibatkan dalam proses budidaya sehingga memperoleh dua sumber pendapatan, yakni uang sewa yang dibayarkan di awal musim tanam dan upah sebagai tenaga kerja di lahan mereka sendiri.

Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, mengatakan model kemitraan ini merupakan bentuk pelaksanaan amanat BUMN untuk memberdayakan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing komoditas tembakau Indonesia di pasar internasional.
“Melalui skema ini, petani tidak hanya memperoleh kepastian pendapatan, tetapi juga tetap menjaga hak dan martabatnya sebagai pemilik lahan. Selain itu, mereka mendapatkan kesempatan belajar teknologi pertanian modern,” kata Rivai, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga  UIN RIL Cuci Tangan soal Kekerasan Wartawan

Menurutnya, petani tetap memiliki akses penuh terhadap lahannya meski disewakan kepada perusahaan. Mereka juga memperoleh transfer pengetahuan mengenai budidaya modern, termasuk penerapan smart farming berbasis ilmu pengetahuan.

PTPN I menilai model kemitraan tersebut berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengembangan agribisnis berkelanjutan yang mengedepankan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.

Salah seorang petani Desa Ajong, Supardi (48), mengaku program tersebut memberikan kepastian ekonomi bagi keluarganya. Selain menerima pembayaran sewa di awal, ia juga tetap bekerja mengelola lahannya dengan upah yang dinilai layak.
“Kami tetap bisa menggarap tanah sendiri, mendapat penghasilan tambahan, dan merasa bangga karena lahan kami tetap kami jaga,” ujarnya.

PTPN I menyebut tingginya antusiasme masyarakat membuat luas lahan yang bermitra terus bertambah setiap musim tanam. Selain menjaga pasokan TBN premium untuk pasar Asia, Eropa, dan Amerika Latin, program ini juga diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Jember.(Rls)

Baca Juga  Komisi IV DPRD Lampung Bahas Optimalisasi CSR Pelindo untuk Infrastruktur Daerah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan