BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung menjadi ruang pertemuan jejaring kerja sama internasional antara Indonesia dan Kroasia.
Pertemuan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, serta delegasi dari sejumlah negara dan perguruan tinggi dalam rangkaian Joint Summer School 2026, IICIS, dan Rapat Kerja Nasional Development Studies Association (DSA) yang berlangsung pada 22–26 September 2026.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan jejaring kerja sama lintas negara.
“Upaya membangun jejaring kerja sama internasional tidak hanya berlangsung melalui forum resmi, tetapi juga melalui pertemuan yang membuka ruang komunikasi antarpihak,” kata Ayi di Bandar Lampung, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, rangkaian kegiatan selama lima hari tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti dari dalam maupun luar negeri untuk mengeksplorasi berbagai aspek ilmu sosial, ilmu politik, dan ekonomi melalui pendekatan multidisipliner dan transdisipliner.
Ia berharap hubungan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama yang berkesinambungan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan menyampaikan bahwa Bandar Lampung memiliki potensi ekonomi yang tidak hanya berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa.
Menurutnya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari potensi daerah, mulai dari makanan dan minuman hingga batik, tapis, serta berbagai produk kerajinan.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Kroasia untuk Indonesia Nebosja Koharovic mengapresiasi penyambutan yang diberikan Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Unila.
Ia menyebut terdapat peluang kerja sama yang dapat dikembangkan dalam berbagai bidang sosial dan ekonomi.
“Kroasia sangat menantikan usulan kerja sama di masa depan dalam bentuk hubungan kota kembar (sister city) antara Kota Bandar Lampung dan salah satu kota di Kroasia,” ujar Nebosja.
Pertemuan yang digelar di Gedung Semergou, Gedung Wali Kota Bandar Lampung, itu turut dihadiri Dekan FISIP Unila Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, pimpinan delegasi dari Kroasia, Singapura dan Filipina, serta sejumlah akademisi dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Di antaranya Ketua DSA Indonesia Dr. Wilson M.A. Therik, Wakil Dekan I Sekolah Pascasarjana Unhas Prof. Dr. Nardiati, Dekan FSKM Universitas Kebangsaan Malaysia Professor Kadaruddin, Professor Lap Yan Kung dari Chinese University of Hong Kong, serta delegasi dari UGM, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Warmadewa Denpasar dan Universitas Singaperbangsa Karawang.(Red)






