Bandar Lampung – Suasana Balai Keratun Lantai 3, Komplek Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (18/4/2026), terasa berbeda. Puluhan pasang mata fokus pada susunan kartu domino di meja masing-masing. Bukan sekadar permainan, ajang ini menjadi panggung serius bagi para atlet untuk membuktikan kemampuan mereka.
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) ORADO Lampung 2026 Piala Gubernur resmi digelar sebagai langkah awal menjaring atlet terbaik yang akan membawa nama Lampung ke tingkat nasional.
Sebanyak 66 atlet dari enam kabupaten/kota ikut ambil bagian. Mereka datang dengan satu tujuan: menjadi yang terbaik dan mengamankan tiket menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ORADO yang akan berlangsung akhir April 2026 di Puncak, Bogor.
Ketua Pengprov ORADO Lampung, Budhi Darmawan, menyebut kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan serius olahraga domino di daerah.
“Ini momentum penting. Dari sini kita lihat siapa yang benar-benar siap bertarung di level nasional. Kami optimistis Lampung punya potensi besar,” ujarnya.
Menurut Budhi, perkembangan ORADO secara nasional terbilang pesat. Dalam waktu singkat, organisasi ini telah terbentuk di 38 provinsi dan menjangkau lebih dari separuh kabupaten/kota di Indonesia—sebuah sinyal bahwa domino tak lagi dipandang sebelah mata.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung juga menunjukkan dukungan penuh. Gubernur Lampung melalui Sekretaris DPRD, Descatama Paksi Moeda, menegaskan bahwa domino memiliki akar kuat di masyarakat dan berpeluang besar berkembang sebagai olahraga prestasi.
“Domino ini dekat dengan rakyat. Tinggal bagaimana kita kelola dengan baik agar bisa melahirkan atlet berprestasi,” kata Descatama.
Kejurprov ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ia menjadi ruang lahirnya harapan baru—bahwa dari meja sederhana permainan domino, bisa lahir atlet yang membawa nama Lampung bersinar di panggung nasional.(Rls)





