Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa jabatan dalam pemerintahan bukanlah sebuah kehormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pelayanan kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat memimpin Rapat Koordinasi Optimalisasi Aset dan Inovasi Layanan di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (5/2/2026).
“Jabatan bukan kehormatan, tapi amanah. Kita ini pelayan masyarakat. Tidak harus sempurna dulu, tidak harus serba ada. Cukup satu: cinta,” ujar Mirza di hadapan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, dengan cinta terhadap daerah dan masyarakat, aparatur pemerintah akan memiliki kepekaan untuk mau mendengar, memahami persoalan rakyat, serta bekerja menghadirkan kebijakan dan layanan yang benar-benar bermanfaat.
“Dengan cinta, kita mau mendengar, memahami, dan bekerja memberi manfaat bagi Lampung,” tegasnya.
Gubernur Mirza menekankan bahwa optimalisasi aset daerah dan inovasi layanan publik harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengejar target administratif. Ia meminta seluruh OPD untuk lebih responsif, kreatif, dan berani berinovasi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan aset daerah dimanfaatkan secara maksimal dan layanan publik terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis.
“Pemerintah harus hadir dan dirasakan manfaatnya. Bukan hanya lewat program, tetapi melalui sikap melayani dan keberpihakan kepada rakyat,” pungkasnya.(**)





