Bandar Lampung-9 AHWA Muktamar ke 34 NU akhirnya menetapkan KH Miftakhul Akhyar sebagai Rais ‘Aam PBNU untuk lima tahun mendatang. Musyawarah berlangsung di tengah sidang Pleno yang berlangsung di GSG Unila, Jumat (24/12/2021)

Hasil musyawarah shwa soal rais aam PBNU disampaikan oleh KH Zainal Abidin dalam sidang Pleno IV yang dipimpin oleh Steering Comite Muktamar NU, Muhammad Nuh.

“Kh Ma’aruf Amiin yang memimpin rapat AHWA, penuh dengan keramahan, sopan santun, keberadaban,” ujar Zainal Abidin.

“Tak ada yang mau berpendapat, semua mengatakan yang lebih tua yang layak berpendapat. KH Mustafa Bisri mengatakan, ada yang lain yang lebih layak berpendapat. Luar biasa keberadaban yang ditunjukkan para ulama kita,” timpalnya.

Baca Juga  Mengejar Emas di Rumah Sendiri: Ambisi Futsal Lampung Mengakhiri Tradisi Runner-up

Ketika Diserahkan kepada yang termuda, Zainal Abidin sebagai yang termuda pun enggan berpendapat. “Saya yang termuda, saya juga tidak mau kalau yang tua belum berpendapat,” katanya.

“Alhamdulillan sepakat dengan musyawarah yang penuh dengan kesantunan, Rais ‘Aam PBMU untuk lima tahun mendatang adalah KH Miftakhul Akhyar,” ucapnya.

Sebelumnya yang terpilih menjadi 9 anggota Ahwa yang yakni KH Dimyati Rois yang mendapatkan 503 suara, KH Mustofa Bisri, mendapatkan sebanyak  494 suara, kemudian disusul KH Ma’ruf Amin dengan 458 suara, lalu KH Anwar Mansur peroleh 408 suara, lalu KH Tuan Guru Turmudzi 403 suara.

Selanjutnya, KH Miftakhul Achyar 395 suara, KH Nurul Huda Jazuli 384 suara, kemudian KH Buya Ali Akbar Marbun 309 suara dan KH Zainal Abidin 272 suara. (Kt)

Baca Juga  UMP Final, DPRD Lampung Soroti Tingginya Pengangguran

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan