METRO – Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan–Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati Kelompok 36 turun langsung ke tengah masyarakat di Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro. Mereka mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah transaksi sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM.

Mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mendatangi langsung sejumlah pelaku UMKM untuk melihat kondisi usaha serta mengidentifikasi kebutuhan masing-masing. Pendekatan tersebut dilakukan agar pendampingan yang diberikan benar-benar sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelaku usaha.

Baca Juga  DPRD Lampung Soroti Data Wisata Nataru, Wanti-wanti PAD Lampung Bocor

Salah satu bentuk pendampingan yang dilakukan yakni membantu pelaku UMKM memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alternatif pembayaran non-tunai. Dengan QRIS, konsumen dapat melakukan pembayaran secara lebih praktis tanpa harus membawa uang tunai.

Digitalisasi juga menyasar aspek pemasaran. Mahasiswa mengarahkan pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform penjualan dan layanan pesan-antar makanan secara daring, seperti ShopeeFood dan platform digital sejenis.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu produk UMKM tidak hanya dikenal oleh konsumen di sekitar lokasi usaha, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform digital.

Untuk memperkuat promosi secara langsung, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati turut memfasilitasi banner promosi bagi sejumlah pelaku UMKM. Media tersebut digunakan untuk memperjelas identitas usaha sekaligus membantu menarik perhatian calon konsumen.

Baca Juga  BALAK Minta Penegak Hukum Selidiki Dugaan KKN Penggelolaan Lounge Bandara Raden Inten II 

Pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada pemberian fasilitas. Mahasiswa juga membantu pelaku usaha memahami cara memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.

Mulai dari penggunaan QRIS, pemanfaatan platform penjualan online hingga media promosi, seluruhnya diberikan dengan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM.

Respons positif pun ditunjukkan para pelaku UMKM terhadap kegiatan tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan dukungan langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi perubahan pola transaksi dan pemasaran yang semakin mengarah ke sistem digital.

Melalui program KKL-PPM ini, Universitas Malahayati berharap pelaku UMKM di Kelurahan Purwoasri dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan QRIS, platform penjualan online dan media promosi diharapkan menjadi langkah awal untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta mendorong UMKM berkembang menuju usaha yang lebih maju.

Baca Juga  DPRD Lampung Sambut Kunjungan Komisi II DPR RI untuk Evaluasi Pemilu 2024

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Universitas Malahayati dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan