Bandar Lampung -Langit mulai berwarna jingga ketika langkah-langkah warga mengarah ke Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Rajabasa Raya, Sabtu (21/2/2026). Anak-anak menggenggam tangan orang tuanya, para ibu menata mukena, sementara para tokoh masyarakat berbincang pelan di serambi. Ramadhan baru saja mengetuk pintu, dan sore itu, sebuah ikhtiar dimulai.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, hadir membuka rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah Pemerintah Kota Bandar Lampung. Sekitar 600 jemaah memadati masjid, menyambut kedatangannya dengan hangat bukan sekadar sebagai kepala daerah, tetapi sebagai bagian dari kebersamaan itu sendiri.


Safari Ramadhan tahun ini direncanakan menjangkau 20 kecamatan dan lima pondok pesantren. Namun di Rajabasa Raya, maknanya terasa lebih personal. Di hadapan jemaah, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva itu menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda rutin tahunan, melainkan langkah untuk melihat langsung kondisi rumah ibadah dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui Safari Ramadhan, kita ingin memastikan masjid-masjid di Kota Bandar Lampung mendapatkan perhatian. Jika ada fasilitas yang kurang, segera kita bantu,” ujarnya.
Sore itu, bantuan puluhan juta rupiah diserahkan untuk pengadaan pendingin ruangan (AC) di Masjid Miftahul Jannah. Bagi jemaah yang selama ini beribadah dalam ruang yang kerap terasa pengap saat tarawih, bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas, melainkan bentuk kepedulian yang nyata.
Tak hanya bantuan fisik, Wali Kota juga menyinggung pentingnya dukungan dana operasional bagi masjid, musala, serta forum kerukunan umat beragama. Baginya, Ramadhan adalah momentum memperkuat fondasi spiritual sekaligus sosial masyarakat.
Di sela kegiatan, doa dipanjatkan bersama. Ada harap yang mengalir—tentang kota yang terus tumbuh, tentang pembangunan yang tak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya.
Ketika malam turun perlahan dan saf-saf kembali dirapikan, Rajabasa Raya menjadi saksi awal perjalanan itu. Ikhtiar Ramadhan telah dinyalakan—dari masjid, dari doa, dan dari kebersamaan antara pemerintah dan warga.(Herwanda Pratama)

Baca Juga  DPRD Lampung Soroti Keluhan Warga soal Program Pemutihan Pajak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan