BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menyusun master plan drainase sebagai langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir. Empat aliran sungai yang dinilai paling rawan menjadi prioritas kajian, yakni Way Nunyai, Way Kandis, Way Balau dan Way Kuala.

Penyusunan master plan tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan perencanaan drainase daerah dengan master plan dari pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Dalam prosesnya, Pemkot Bandar Lampung menjaring masukan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Baperida, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkarmat, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup serta BBWS.

Sekretaris Dinas PU Bandar Lampung, Erik Hendarsyah, mengatakan kajian akan difokuskan pada kapasitas masing-masing sungai, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga  Bunda Eva Sambut Hangat Kedatangan Presiden Prabowo di Lampung

“Langkah pertama menghitung kapasitas sungai, terutama debit air saat hujan deras. Dari situ akan diketahui titik-titik mana yang mengalami penyempitan,” kata Erik, Rabu (9/9).

Hasil perhitungan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan yang paling tepat. Opsi yang dikaji antara lain pelebaran sungai, pengerukan sedimentasi, penguatan tanggul hingga kemungkinan pembebasan lahan.

Pemkot juga akan melakukan expose hasil kajian bersama OPD dan para camat yang wilayahnya terdampak rencana pembangunan maupun penataan drainase.

Menurut Erik, master plan tersebut tidak berhenti pada dokumen perencanaan. Hasil kajian akan menjadi dasar penyusunan program penanganan secara bertahap.

“Setelah diketahui titik-titik prioritas, baru dikaji program apa yang paling tepat untuk dilakukan,” ujarnya.

Baca Juga  Senyum Anak Yatim Warnai 1 Muharam, Masjid Al Yaqin Tebar Kasih dan Kepedulian

Jika proses perencanaan berjalan sesuai target, hasil master plan tersebut kemungkinan mulai ditindaklanjuti melalui pekerjaan fisik pada 2027. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan sungai yang memiliki tingkat kerawanan dan kebutuhan penanganan paling tinggi.

Penyusunan master plan ini diharapkan memberikan arah yang lebih terukur bagi Pemkot Bandar Lampung dalam menangani banjir, sehingga pembangunan infrastruktur sungai tidak lagi dilakukan secara parsial, tetapi berdasarkan kapasitas sungai dan kebutuhan masing-masing kawasan.(**)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan