Jakarta — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperketat pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah operasionalnya di Sumatera dan Kalimantan.

Memasuki periode rawan kebakaran, perusahaan meningkatkan deteksi dini, patroli lapangan, kesiapan personel dan peralatan pemadaman, hingga memastikan ketersediaan sumber air di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan kebijakan Zero Burning sekaligus upaya mencegah kebakaran meluas ke kawasan perkebunan, permukiman, maupun lingkungan sekitar.

Salah satu instrumen yang digunakan adalah Dashboard Monitoring Karhutla PTPN IV, yang memantau titik panas (hotspot) berdasarkan kedekatannya dengan lokasi perkebunan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim regional dan unit kebun untuk melakukan verifikasi lapangan dan menentukan langkah penanganan.

Baca Juga  DPRD Bandar Lampung Setuju Pemkot Copot 5 Kepala Puskesmas Karena Plesiran ke Luar Negeri

Kesiapan juga diuji melalui Apel Siaga Karhutla yang mencakup pemeriksaan personel, sarana pemadaman, jalur komunikasi, hingga mekanisme respons cepat ketika ditemukan indikasi kebakaran.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa pengendalian Karhutla tidak boleh dilakukan setelah api muncul.

“Mitigasi Karhutla harus dilakukan jauh sebelum api muncul. Karena itu, sistem monitoring, kesiapan personel, patroli, serta sarana pendukung kami persiapkan sejak awal agar ketika terdapat indikasi hotspot, tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah yang diperlukan,” kata Jatmiko.

Menurutnya, pencegahan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan perlindungan aset perusahaan, tetapi juga masyarakat dan lingkungan.

“Bagi PalmCo, pencegahan kebakaran bukan hanya terkait perlindungan terhadap aset perusahaan. Yang jauh lebih penting adalah perlindungan terhadap masyarakat, lingkungan, dan ekosistem di sekitar perkebunan,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dorong Penguatan Peran Pemuda dalam Kajian Keagamaan di Masjid Raya Al-Bakrie

Perkuat Personel dan Peralatan

Penguatan kesiapsiagaan dilakukan hingga tingkat lapangan. Di Kalimantan Barat, PTPN IV melalui Regional V menggelar Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan bagi personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.

Pelatihan mencakup prosedur keselamatan, teknik pemadaman, koordinasi lapangan, serta penggunaan peralatan.

Perusahaan juga rutin memeriksa pompa, selang, alat pelindung diri, kendaraan operasional, alat komunikasi, hingga sumber air untuk memastikan seluruh perangkat siap digunakan dalam kondisi darurat.

Di sejumlah wilayah Sumatera, infrastruktur sumber air turut diperkuat, terutama pada kawasan yang memiliki potensi kebakaran lahan dan gambut.

Libatkan Pemerintah dan Masyarakat

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar perkebunan.

Baca Juga  Gaji Guru Honorer Tak Kunjung Cair, PHGM Mengadu ke DPRD Bandar Lampung

PTPN IV menyalurkan dukungan logistik dan perlengkapan keselamatan bagi petugas lapangan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Sementara di Jambi, perusahaan mendorong keterlibatan masyarakat desa sekitar perkebunan melalui program pemberdayaan dan penguatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, termasuk dukungan infrastruktur sumber air di kawasan gambut.

Jatmiko menilai kolaborasi menjadi faktor penting karena kebakaran tidak mengenal batas wilayah.

“Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas konsesi. Karena itu, pencegahannya tidak mungkin dilakukan sendiri. Kuncinya adalah deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi seluruh pihak,” tegasnya.

PTPN IV PalmCo menyatakan akan terus memperkuat sistem monitoring, patroli, kesiapan personel dan sarana pemadaman, serta koordinasi lintas pihak untuk menjaga perkebunan dan lingkungan sekitar dari ancaman Karhutla.(Rls)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan