Pesawaran — Pagi yang cerah di hamparan Kebun Way Lima, Pesawaran, Jumat (19/6/2026), menjadi saksi sebuah ikhtiar sederhana namun penuh makna. Di tengah deretan pohon karet yang selama puluhan tahun menjadi penopang kehidupan, ratusan tangan menanam bibit-bibit pohon buah sebagai simbol harapan bagi bumi dan generasi yang akan datang.

Sebanyak 1.300 bibit pohon buah ditanam oleh PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 7 bersama pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bumi Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup 2026, sekaligus langkah awal menuju target penanaman 30.000 pohon sepanjang tahun ini.

Bagi sebagian orang, menanam pohon mungkin hanya kegiatan seremonial. Namun di Way Lima, setiap bibit yang ditanam membawa pesan tentang kepedulian, keberlanjutan, dan tanggung jawab terhadap alam.

Baca Juga  Pemkab Mesuji Terima Penghargaan IGA Award sebagai Kabupaten Terinovatif

Region Head PTPN I Regional 7, Iyan Heryanto, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pembangunan dan pelestarian alam tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Keduanya harus tumbuh berdampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami ingin memastikan setiap jengkal tanah yang diamanahkan kepada kami menjadi sumber kemaslahatan, bukan menyisakan kerusakan,” ujarnya.

Di antara suara cangkul yang membelah tanah dan tawa para peserta yang saling membantu menanam bibit, tersimpan keyakinan bahwa pohon-pohon itu kelak akan memberi manfaat lebih dari sekadar buah. Ia akan menjadi peneduh, penyerap karbon, penjaga kesuburan tanah, hingga rumah bagi berbagai makhluk hidup.

Iyan menyebut hamparan kebun karet yang dikelola PTPN selama ini telah menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Ribuan pohon karet yang tumbuh di wilayah tersebut berperan sebagai paru-paru alami yang membantu menyerap karbon dan menghasilkan oksigen.
“Melalui gerakan ini, kita sedang merajut kembali biodiversitas yang rapuh agar lingkungan tetap lestari dan seimbang,” katanya.

Baca Juga  Anggota DPRD Wahrul Bersama ACT Bagikan Beras Gratis Untuk Warga Lamsel

Semangat yang sama disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pesawaran, Sunyoto. Ia mengapresiasi langkah PTPN yang terus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata.

Menurutnya, pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk dinikmati generasi sekarang, tetapi juga menjadi warisan bagi anak cucu di masa depan.
“Tanam pohon hari ini untuk kehidupan. Untuk mencegah longsor dan menjaga ekosistem pesisir kita,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Kebun Way Lima, Lucky Perdana Putra, mengatakan pohon-pohon yang ditanam merupakan jenis tanaman buah yang nantinya tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Baginya, setiap bibit yang ditanam adalah investasi kehidupan. Sebuah pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.

Baca Juga  Pemkab Tulang Bawang Barat Bahas Rencana Kerja 2026

Di penghujung kegiatan, ketika bibit-bibit muda telah berdiri tegak di atas tanah yang baru digemburkan, terselip optimisme bahwa alam akan membalas setiap kepedulian yang diberikan manusia.
Seperti pesan sederhana yang disampaikan Lucky kepada seluruh peserta, “Satu pohon hari ini, sejuta kehidupan esok hari.”

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun dari Kebun Way Lima, pesan tersebut tumbuh bersama akar-akar muda yang mulai menembus tanah, membawa harapan agar bumi tetap hijau, lestari, dan ramah bagi generasi yang akan datang.(Rls)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan