BANDARLAMPUNG — Maulid Arbain Lampung 2026 memasuki tahun kesembilan. Selama 40 malam, rangkaian pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW digelar di sejumlah tempat di Provinsi Lampung dengan membawa pesan Lampung Bersinar atau Bersih dari Narkoba.

Pada malam penutupan di Masjid Raya Al-Bakrie, Bandarlampung, Sabtu malam (26/9/2026), Ketua Umum Majelis Maulid Arbain Lampung 2026, Al Habib Muhammad Syauqi Al Muhdhor, mengajak jamaah menjadikan rasa syukur dan keikhlasan sebagai bekal dalam melanjutkan pengabdian serta kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Entah kenapa, malam ini saya ingin sekali menutup pidato pada malam penutupan Arbain ini dengan dua kata sederhana, namun agung dan luas sekali maknanya dalam penghayatan: bersyukur dan ikhlas,” ujar Habib Syauqi.

Menurutnya, rasa syukur penting karena jamaah masih diberikan iman, kesehatan, kesempatan dan berbagai nikmat Allah SWT sehingga dapat mengikuti rangkaian hingga malam penutupan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, tuan rumah dan berbagai pihak yang selama 40 malam ikut menyukseskan Maulid Arbain Lampung.

Baca Juga  Cerita Warga Sukaraja: Kehadiran Viper Bantu Anak-Anak Muda Dapat Pekerjaan

Menurut Habib Syauqi, perjalanan tersebut tidak lepas dari pengorbanan tenaga, waktu, pikiran dan materi banyak pihak.

“Ada lelah yang tidak sempat diceritakan. Ada kecewa yang hanya disimpan dalam diam. Ada malam-malam panjang yang kita lewati dengan tenaga yang hampir habis. Tetapi pada akhirnya, kita masih berdiri bersama di tempat ini,” katanya.

Selain bersyukur, ia mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan. Pengabdian, kata dia, tidak semestinya berorientasi pada pujian, nama maupun pengakuan manusia.

“Yang kita cari bukanlah tepuk tangan manusia, bukan pula nama kita yang disebut. Tetapi semoga semuanya kembali kepada satu tujuan: agar Allah rida kepada apa yang kita kerjakan,” ujarnya.

Habib Syauqi mengatakan, Maulid Arbain Lampung telah memasuki tahun kesembilan. Dalam perjalanan tersebut, banyak pihak memberikan kontribusi, termasuk mereka yang tidak selalu terlihat maupun tercatat.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, seluruh keluarga besar, seluruh pihak yang telah membantu, dan kepada setiap orang yang dengan caranya masing-masing telah memberikan tenaga, pikiran, waktu, bahkan mungkin air mata untuk menjaga perjalanan Arbain Lampung ini tetap hidup,” katanya.

Baca Juga  Pengangguran Lampung Meningkat, DPRD Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan dan berharap setiap kebaikan yang telah dilakukan mendapat penerimaan dari Allah SWT.

Menurutnya, berakhirnya rangkaian Maulid Arbain bukan berarti berakhir pula kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Kecintaan tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui pengamalan ajaran dan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga ada satu hal yang tidak ikut berakhir malam ini: cinta kita kepada Rasulullah, dan pengamalan kita atas ajarannya serta penghayatan kita atas perjalanan hidupnya,” katanya.

40 Malam dan Pesan Lampung Bersinar

Maulid Arbain Lampung 2026 merupakan kegiatan keagamaan berupa pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW selama 40 malam berturut-turut di sejumlah tempat di Provinsi Lampung.

Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Lampung Bersinar”, yang merupakan akronim dari Bersih Narkoba. Pesan tersebut diarahkan terutama kepada generasi muda agar menjauhi narkoba dan berbagai kegiatan negatif.

Baca Juga  Ada Apa Pantun Bunda Eva di Rapat Paripurna?

Rangkaian kegiatan diisi pembacaan salawat, Maulid Simthudduror, tausiyah serta kegiatan keagamaan lainnya. Kegiatan terbuka bagi masyarakat dan ditutup di Masjid Raya Al-Bakrie.

Penutupan dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung, unsur Korem 043/Gatam, para habaib, ulama serta masyarakat.

Dalam rangkaian penutupan, jamaah mengikuti pembacaan ratib dan zikir, pembacaan maulid, mahalul qiyam serta ceramah agama.

Ceramah disampaikan KH Muhammad Idror Maimoen Zubair, Al Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas dan Al Habib Ali Zainal Abidin Al Kaff.

Di akhir sambutannya, Habib Syauqi mengajak jamaah membawa nilai yang diperoleh selama 40 malam Maulid Arbain ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita tutup perjalanan malam ini dengan dua kata yang sederhana: bersyukur dan ikhlas. Bersyukur atas segala yang Allah berikan. Ikhlas atas segala yang telah kita perjuangkan. Dan bersabar untuk segala perjalanan yang masih harus kita lanjutkan,” pungkasnya.(Rls)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan