BANDAR LAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) angkat bicara terkait gesekan antarmahasiswa dalam kegiatan Parade Unila 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unila, Dr. Budi Sutomo, S.Si., M.Si., menyampaikan klarifikasi tersebut atas nama Rektor Unila melalui surat hak jawab yang ditujukan kepada media.

Dalam surat tersebut, Unila menyatakan keprihatinan atas terjadinya gesekan antarmahasiswa. Kampus juga menegaskan tetap bertanggung jawab secara kelembagaan karena Parade Unila 2026 diselenggarakan dengan izin resmi penggunaan fasilitas GSG Unila.

“Universitas Lampung tetap bertanggung jawab secara kelembagaan mengingat kegiatan Parade Unila 2026 diselenggarakan dengan izin resmi penggunaan fasilitas GSG Unila,” kata Budi dalam surat klarifikasi tersebut.

Budi menjelaskan, Parade Unila 2026 pada dasarnya dirancang sebagai kegiatan positif yang menjadi wadah kreativitas, seni, dan apresiasi mahasiswa.

Baca Juga  DPRD Lampung Dorong Pemda Segera Susun Peta Zonasi Mangrove

Menurutnya, panitia bersama pihak universitas juga telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya keributan. Salah satunya melalui penandatanganan surat pernyataan atau pakta integritas bermeterai oleh BEM Unila dan pimpinan organisasi kemahasiswaan serta BEM fakultas.

Namun, dalam pelaksanaannya terjadi sejumlah pelanggaran tata tertib yang kemudian memicu gesekan.

“Pelanggaran tata tertib, penyalaan smoke bomb, serta tindakan provokasi di lapangan merupakan tindakan sepihak dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan mencederai pakta integritas yang telah disepakati,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pimpinan Unila menggelar Rapat Terbatas Pimpinan pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Hasil rapat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan meminta pertanggungjawaban BEM Unila selaku penyelenggara utama kegiatan Parade Unila 2026.

“Pimpinan Unila akan menggelar pertemuan secepatnya bersama BEM Unila dan seluruh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WD III) se-Universitas Lampung,” kata Budi.

Pertemuan tersebut akan membahas evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Parade Unila 2026, termasuk kelemahan pengawasan dan ketidakmampuan panitia mengantisipasi munculnya keributan saat kegiatan berlangsung.

Baca Juga  APEKSI Outlook 2025 di Bandar Lampung Dorong Penguatan Ekonomi Kota Jelang 2026

Selain evaluasi kelembagaan, Unila juga menindaklanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan sejumlah peserta.

Budi mengatakan, Tim Komisi Disiplin Unila saat ini tengah melakukan identifikasi terhadap peserta yang disinyalir memancing kerusuhan.

“Universitas Lampung melalui Tim Komisi Disiplin sedang mengidentifikasi” pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindakan yang memicu keributan, kata Budi.

Ia menegaskan, proses tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan dugaan pelanggaran tata tertib dan pakta integritas yang telah disepakati sebelum kegiatan berlangsung.

Unila berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan Parade Unila 2026 sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Sebelumnya, berdasarkan laporan di lokasi, kericuhan terjadi antara sejumlah mahasiswa dari Fakultas Pertanian (FP) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Baca Juga  DPRD Bandar Lampung Sentil Lemahnya Promosi Wisata

Koordinator Lapangan FP, Yanuar Prayoga (Kelautan ’23), mengatakan persoalan awal disebut berkaitan dengan batas atau garis tempat duduk mahasiswa FP. Situasi kemudian memanas setelah adanya penggunaan smoke bomb yang menurutnya dilarang dalam tata tertib kegiatan.

“Permasalahan awal ini dimulai dari garis tempat duduk yang selanjutnya pemicu utamanya adalah penggunaan smoke bomb, padahal dalam tata tertib tidak diperbolehkan,” ujar Yanuar.

Yanuar menyayangkan terjadinya kericuhan dalam kegiatan yang sejatinya dirancang sebagai ajang mempererat hubungan antarfakultas.

Menurutnya, insiden tersebut justru berlawanan dengan semangat solidaritas yang hendak dibangun melalui Parade Unila 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa persoalan kericuhan, termasuk kondisi korban, akan ditindaklanjuti melalui proses mediasi yang melibatkan masing-masing BEM fakultas bersama BEM Universitas Lampung.

“Terkait kericuhan dan korban ini akan ditindaklanjuti dalam mediasi malam ini,” tuturnya.(Red/Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan