Olahraga dan jurnalisme mungkin terdengar sebagai dua dunia yang berbeda. Namun, inisiatif Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung dengan membentuk IJP FC menunjukkan bahwa keduanya bisa berjalan seiring.
Launching IJP FC yang dirangkai dengan turnamen minisoccer pada tanggal 14 Februari ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi menjadi cermin kebersamaan, solidaritas, dan semangat kolaborasi antar insan pers.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyoroti nilai lebih dari kegiatan ini. Ia tidak hanya mengapresiasi olahraga sebagai sarana menjaga pola hidup sehat, tapi juga memberikan perhatian pada aspek budaya lokal yang diangkat melalui desain jersey IJP FC dengan aksara Lampung.
Ini adalah pengingat bahwa identitas daerah bisa hadir di setiap ruang, bahkan di lapangan sepak bola.
Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan bahwa pers bukan hanya alat pengawas publik, tetapi juga bagian dari komunitas yang peduli pada kesehatan dan kebersamaan.
Dengan turnamen yang melibatkan tim Gubernur dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), IJP FC menjadi simbol jembatan antara jurnalis dan pemerintah, antara tugas profesional dan hubungan sosial yang hangat.
Inisiatif seperti ini patut dijadikan teladan: bahwa membangun Lampung tidak hanya soal kebijakan dan berita, tetapi juga tentang membangun manusia yang sehat, bersatu, dan mencintai budayanya. Di tengah rutinitas menulis dan meliput, ada lapangan hijau yang menunggu, tempat solidaritas tumbuh, dan identitas Lampung tetap diingat, dari jersey hingga semangat kebersamaan.
Dengan IJP FC, jurnalis Lampung membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi bahasa persahabatan, dan budaya menjadi spirit yang hidup di lapangan. Semoga gerakan ini tidak berhenti pada turnamen, tetapi terus menular sebagai gaya hidup sehat dan semangat gotong royong di kalangan masyarakat luas.
Tabik Pun…
(Herwanda Pratama)






