BANDAR LAMPUNG – Pengembangan transportasi publik di Kota Bandar Lampung terus didorong agar masyarakat memiliki pilihan mobilitas yang lebih mudah dan nyaman. DPRD Kota Bandar Lampung mendorong perluasan layanan Smart Bus sekaligus menyiapkan wacana penerapan sistem pembayaran nontunai menggunakan metode tap.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, mengatakan layanan Smart Bus yang merupakan hasil kerja sama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Pemerintah Provinsi Lampung kini melayani rute dari ITERA hingga kawasan Trans Ramayana.
Perpanjangan rute tersebut dilakukan setelah adanya masukan dari DPRD agar jangkauan layanan transportasi publik semakin luas dan bisa dimanfaatkan lebih banyak masyarakat.
“Rutenya dari ITERA yang tadinya muter di MBK, tapi karena ada masukan dari kita, diperpanjang sampai ke Trans Ramayana,” kata Agus, Selasa (1/9/2026).
Selain memperluas jangkauan, DPRD juga mendorong modernisasi sistem pembayaran. Salah satu opsi yang dibahas adalah penggunaan sistem tap, seperti yang diterapkan pada sejumlah layanan transportasi publik di Jakarta.
“Insyaallah dengan menggunakan Smart Bus-nya itu menggunakan tap seperti di Jakarta. Kami komunikasi dengan kawan-kawan ITERA, dan masyarakat sudah mulai dibiasakan,” ujarnya.
Saat ini, sebanyak 10 unit armada Smart Bus tercatat melayani rute ITERA–Trans Ramayana. Layanan tersebut beroperasi pada hari kerja, mulai pagi hingga sore, dengan operasional maksimal sampai waktu Magrib.
Pemkot Bidik Armada Sendiri
Agus menjelaskan, armada yang beroperasi saat ini merupakan bantuan Kementerian Perhubungan kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Karena itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga berencana mengajukan bantuan serupa agar memiliki armada transportasi publik untuk kebutuhan perkotaan.
Namun, rencana tersebut masih memerlukan kajian menyeluruh. Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung tengah mengkaji kebutuhan transportasi, termasuk sarana pendukung seperti halte dan fasilitas lainnya.
“Bandar Lampung juga akan mencoba kembali pengajuan ke Kementerian Perhubungan untuk Kota Bandar Lampung. Namun, di tahun 2026 ini Dinas Perhubungan sedang melakukan kajian terkait transportasi, termasuk sarana utilitasnya, halte dan sebagainya,” jelasnya.
Hasil kajian itu diharapkan menjadi dasar pengembangan transportasi publik pada 2027. Realisasi program nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam penyusunan anggaran murni 2027.
Transportasi Publik Jadi Kebutuhan Kota Modern
Menurut Agus, keberadaan transportasi publik yang memadai merupakan salah satu indikator penting bagi kota yang ingin berkembang menjadi pusat perkotaan modern.
Ia berharap kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan perguruan tinggi seperti ITERA dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi.
“Harapannya karena ini sebagai kota, ibu kota provinsi, salah satu ciri ibu kota modern itu tersedianya transportasi publik,” ungkapnya.
Agus menambahkan, pengembangan layanan harus berorientasi pada kemudahan masyarakat, baik dari sisi rute, akses, maupun sistem pembayaran.
“Harapan kita dengan terfasilitasinya kerja sama antara pemerintah pusat dan kota, masyarakat benar-benar sudah bisa menikmati transportasi publik, termasuk Smart Bus. Mereka nanti menggunakan tanpa harus ribet,” pungkasnya.
Pengembangan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi. Meski demikian, keberhasilannya akan bergantung pada kesiapan armada, fasilitas pendukung, keterjangkauan layanan, serta konsistensi pemerintah dalam merealisasikan rencana yang telah disusun.(Suf)





