BANDAR LAMPUNG — Pintu ruang operasi tertutup. Di baliknya, Nerwani tengah menjalani operasi tulang belakang. Di luar, anaknya, Heni Destalia, menunggu dengan perasaan yang bercampur aduk. Ada kecemasan tentang kondisi sang ibu, ada harapan agar operasi berjalan lancar, dan ada doa yang terus dipanjatkan dalam diam.

Kamis (22/10/2026), Heni menanti di depan Ruang Operasi Sentral lantai 2 Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUAM) Lampung. Waktu terasa berjalan lebih lambat. Ia tak bisa melihat langsung apa yang sedang terjadi di dalam ruang operasi. Yang bisa dilakukan hanya menunggu dan berharap ibunya segera mendapat kabar baik.

Bagi keluarga pasien, menunggu bukan sekadar melewati waktu. Ada kegelisahan yang sulit diungkapkan, pikiran yang dipenuhi berbagai kemungkinan, serta keinginan sederhana agar orang tercinta dapat kembali pulih.

Di tengah penantian itu, petugas doa RSUAM hadir memberikan pendampingan rohani kepada keluarga pasien. Mereka diajak mengikuti siraman spiritual, menguatkan kesabaran, dan memanjatkan doa bagi anggota keluarga yang sedang menjalani tindakan medis.

Kehadiran petugas tersebut menjadi penghiburan bagi Heni. Di tengah kekhawatiran menanti operasi sang ibu, ia mendapat penguatan untuk tetap tenang dan tidak kehilangan harapan.

“Alhamdulillah, kami merasa senang dan terbantu dengan adanya pendampingan ini. Di tengah kekhawatiran menunggu ibu menjalani operasi, kami mendapat penguatan dan diingatkan untuk tetap sabar serta berdoa. Semoga operasi ibu saya dan pasien lainnya berjalan lancar dan diberikan kesembuhan,” ujar Heni.

Baca Juga  Sekdaprov Marindo Hadirkan Harapan Baru lewat Koperasi Merah Putih untuk Warga Lampung

Pendampingan itu tidak mengubah apa yang sedang berlangsung di ruang operasi. Namun, bagi keluarga yang menunggu, perhatian tersebut memberi ruang untuk menenangkan pikiran dan menguatkan hati.

Sebab, ketika seorang pasien menjalani operasi, keluarga pun menghadapi perjuangan yang tak kalah berat secara emosional. Mereka tidak berada di meja tindakan medis, tetapi ikut merasakan ketidakpastian yang menyertai setiap menit penantian.

Doa di tengah ketidakpastian

Dalam tausiah yang disampaikan, petugas mengingatkan bahwa sakit merupakan salah satu ujian kehidupan yang perlu dihadapi dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT.

Ikhtiar melalui pengobatan harus terus dilakukan. Dokter dan tenaga medis menjalankan perannya untuk membantu pasien memperoleh kesembuhan, sementara doa dan tawakal menjadi penguat batin dalam menghadapi keadaan yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan.

“Ketika keluarga sedang menghadapi ujian berupa sakit, jangan sampai kita kehilangan harapan. Ikhtiar melalui pengobatan harus terus dilakukan, dan jangan lupa mengiringinya dengan doa serta tawakal kepada Allah SWT. Kita berusaha semaksimal mungkin, sementara kesembuhan kita serahkan kepada-Nya,” tutur petugas yang memberikan tausiah.

Pesan itu mengingatkan keluarga agar tidak membiarkan kecemasan merenggut seluruh harapan. Dalam keadaan yang serba tidak pasti, masih ada ikhtiar yang dapat dijalankan, doa yang dapat dipanjatkan, dan kesabaran yang perlu dijaga.

Baca Juga  DPRD Lampung Dukung Penuh Langkah Tegas Polda dan TNI Berantas Premanisme

Petugas juga mengingatkan pentingnya menjaga ibadah di tengah ujian, termasuk salat bagi umat Islam. Bagi orang yang sakit, salat dapat dilakukan sesuai kemampuan, mulai dari berdiri, duduk, hingga berbaring. Tayamum juga dapat menjadi pilihan bersuci apabila memenuhi ketentuan syariat.

Pesan tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan kewajiban ibadah. Di tengah situasi sulit, spiritualitas dapat menjadi salah satu sumber kekuatan untuk menerima keadaan dan menjalani proses pengobatan dengan lebih tabah.

Menguatkan yang menunggu

Ruang tunggu rumah sakit menyimpan banyak cerita. Ada keluarga yang sesekali berbincang untuk mengusir kegelisahan. Ada yang memilih diam. Ada pula yang berkali-kali menoleh ke arah pintu, berharap seseorang keluar membawa kabar tentang kondisi orang yang mereka cintai.

Tidak semua kecemasan terlihat dari wajah. Seseorang bisa berusaha tampak tegar, meski hatinya diliputi kekhawatiran. Dalam situasi seperti itu, perhatian kecil dapat memberikan arti yang besar.

Pendampingan rohani di RSUAM menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan spiritual keluarga pasien. Pelayanan rumah sakit bukan hanya berhadapan dengan penyakit dan tindakan medis, tetapi juga dengan manusia yang menjalani masa sulit bersama orang-orang terdekatnya.

Keluarga pasien membutuhkan ruang untuk menguatkan diri. Mereka membutuhkan pengingat bahwa kecemasan adalah bagian dari penantian, tetapi harapan tetap layak dipelihara.

Baca Juga  Ketua DPRD Lampung Hadiri Pelantikan Pemuda Bali Bersatu

Di luar ruang operasi, Heni menjalani waktunya dengan harapan agar sang ibu diberi kelancaran selama tindakan medis dan kesembuhan setelahnya. Dukungan spiritual yang diterimanya menjadi bagian dari perjalanan emosional itu.

Sementara tenaga medis berupaya menjalankan tugasnya di dalam ruang operasi, keluarga menanti dengan cara mereka sendiri. Ada yang menggenggam harapan, ada yang menundukkan kepala, dan ada yang menyampaikan doa dalam hati.

Mereka tidak bisa menentukan hasil operasi. Mereka hanya dapat menemani, menunggu, dan berharap.

Di antara kecemasan dan harapan itulah, doa menemukan tempatnya. Bukan sebagai pengganti pengobatan atau jaminan bahwa segala sesuatu akan berjalan sesuai keinginan, melainkan sebagai penguat ketika manusia harus menghadapi ketidakpastian.

Bagi Heni dan keluarga lain yang menunggu, setiap menit mungkin terasa panjang. Namun, di tengah penantian itu, ada keyakinan yang terus dijaga agar mereka tetap kuat menghadapi apa pun yang terjadi.

Di RSUAM, pintu ruang operasi mungkin memisahkan pasien dari keluarganya untuk sementara waktu. Tetapi kasih sayang tetap menghubungkan mereka—melalui penantian, kesabaran, dan doa yang tak putus dipanjatkan.

Sebab, ketika seseorang berjuang untuk sembuh, orang-orang yang mencintainya pun membutuhkan kekuatan untuk bertahan.(red)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan