Bandar Lampung  – Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Singkong DPRD Provinsi Lampung terus bergerak untuk memastikan pelaksanaan kesepakatan harga singkong sebesar Rp1.400 per kilogram dengan potongan maksimal 15 persen, seperti yang tertuang dalam surat edaran Pj Gubernur Lampung.

Anggota Pansus, Budhi Condrowati, mengatakan tim telah mengunjungi beberapa perusahaan di Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Mesuji dalam pekan ini. PT. Umas Jaya di Lampung Tengah diketahui telah menindaklanjuti kesepakatan harga tersebut.

“PT. Umas Jaya sudah menerapkan harga Rp1.400 per kilogram dengan potongan maksimal 15 persen. Namun, syarat kadar pati sebesar 24 persen yang mereka tetapkan cukup memberatkan petani, terutama di musim hujan seperti sekarang,” ujar Budhi Condrowati, Kamis (16/1/2025).

Baca Juga  Asuransi Sinar Mas Bekali UMKM Bandar Lampung Kelola Keuangan dan Hadapi Risiko

Sementara itu, PT. Sinar Laut di Lampung Utara menyatakan masih perlu melakukan koordinasi dengan kantor pusat sebelum menerapkan kebijakan tersebut.

Pada Jumat (17/1/2025), Pansus akan melanjutkan kunjungannya ke Kabupaten Lampung Timur, salah satu daerah penghasil singkong terbesar di provinsi ini.

“Daerah penghasil singkong di Lampung meliputi Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Kami berupaya memastikan semua perusahaan menaati kesepakatan ini demi kesejahteraan petani,” tambah Budhi.

Pansus juga berencana mengadakan rapat internal bersama tenaga ahli untuk mengevaluasi hasil kunjungan dan menentukan langkah lanjutan. Dengan waktu kerja hingga 7 Maret 2025, Pansus memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan.

Baca Juga  Disperindag Dukung IJP Lampung Bangun Koperasi untuk Kemandirian

“Jika ditemukan perusahaan yang tidak menindaklanjuti kesepakatan, kami tidak segan memperpanjang masa kerja Pansus. Komitmen kami adalah memperjuangkan kesejahteraan petani,” tegas Budhi Condrowati.

Melalui upaya ini, Pansus Tata Niaga Singkong bertekad menghadirkan keadilan dan keberlanjutan bagi petani singkong di Provinsi Lampung.(Satria)

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan