Bandar Lampung – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Tulang Bawang (UTB) menggelar Workshop Keaktoran dan Penyutradaraan selama dua hari, Jumat–Sabtu, 16–17 Mei 2025, di Aula UTB. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan kemampuan teknis mahasiswa di bidang seni peran dan produksi film.
Workshop menghadirkan dua pemateri berpengalaman, yakni Riko Dewantoro, S.Sn., seorang sutradara film, dan Moch. Renald Caropeboka, S.T., yang berkiprah di bidang keaktoran. Keduanya memberikan materi komprehensif seputar dunia akting dan penyutradaraan.
Ketua pelaksana kegiatan, Meytha Meylina Putri, menyampaikan bahwa workshop diikuti lebih dari 50 peserta dari tiga program studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). “Kami ingin menyediakan ruang belajar praktis bagi mahasiswa yang tertarik pada dunia seni peran dan penyutradaraan, karena hal ini sangat relevan dengan ilmu komunikasi,” ujarnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari dasar-dasar akting, teknik ekspresi, olah vokal, blocking kamera, penyusunan naskah, hingga penyutradaraan adegan. Tidak hanya teori, peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan adegan pendek secara individu maupun berkelompok.
Dalam paparannya, Riko Dewantoro menegaskan bahwa kemampuan akting bisa dimiliki siapa saja dan sangat berguna dalam membangun kepercayaan diri serta keterampilan komunikasi. “Seorang sutradara bukan hanya pengarah, tetapi juga penyatu visi dari seluruh kru dan pemain,” jelasnya.
Senada, Moch. Renald Caropeboka menambahkan bahwa seorang sutradara harus memahami setiap unsur produksi. “Aktor sejati adalah mereka yang mampu memahami emosi dan menyampaikannya dengan jujur. Ini bukan hanya penting di panggung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(Rls)




