BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan daerah ini menjadi pusat pengembangan singkong dunia. Ambisi tersebut ditopang pembentukan National Cassava Center (NCC) di Universitas Lampung (Unila), yang disiapkan sebagai pusat riset, inovasi, hingga pengembangan industri hilir singkong.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pembentukan NCC mendapat dukungan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Menurutnya, Lampung memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan komoditas singkong, mulai dari ketersediaan petani, lahan, hingga industri pengolahan.

“Kita harus menjadi nomor satu di dunia. Kita punya petani, lahan, industri, dan sekarang kita bangun risetnya. Saatnya meningkatkan produktivitas,” kata Mirza.

Dukungan juga disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Ia menyebut peluncuran NCC sebagai tonggak penting pengembangan singkong nasional karena mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan petani.

Baca Juga  Dishub Bandar Lampung Siapkan Skema Subsidi, Angkot Akan Diaktifkan Kembali

Rachmat bahkan mendorong agar pusat riset tersebut dikembangkan menjadi International Cassava Center, dengan Universitas Lampung sebagai pusat kegiatannya.

“Mari kita ciptakan National Cassava Center menjadi International Cassava Center. Lampung cepat atau lambat akan menjadi pusat pengembangan singkong nasional, bahkan internasional,” ujarnya.

Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani menjelaskan, NCC akan dibangun di atas lahan hibah Pemerintah Provinsi Lampung seluas 150 hektare.

Pusat tersebut akan difokuskan pada riset, pengembangan varietas unggul, penerapan teknologi pertanian cerdas (smart farming), hilirisasi industri, serta pemberdayaan petani.

Unila, kata Lusmeilia, telah mengembangkan lima varietas unggul singkong dan menyusun pedoman Good Agriculture Practices (GAP). Kampus itu juga memperluas kerja sama dengan BRIN, IPB, pelaku industri, serta sejumlah mitra internasional.

Baca Juga  Gubernur Optimistis BGN Baru Benahi MBG

Sebagai sentra produksi singkong terbesar di Indonesia, Lampung memiliki peluang mengembangkan komoditas ini tidak hanya sebagai bahan baku industri, tetapi juga produk bernilai tambah.

Kehadiran NCC diharapkan mampu memperkuat produktivitas dan daya saing singkong Lampung. Namun, target menjadi pusat singkong dunia juga membutuhkan kesinambungan riset, penerapan teknologi di tingkat petani, serta keterhubungan yang kuat antara hasil penelitian dan kebutuhan industri.

Dengan demikian, ambisi besar tersebut tidak berhenti pada pembangunan pusat riset, tetapi turut dirasakan melalui peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.(Wanda)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan