Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan melalui langkah mitigasi jangka panjang. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat memimpin Rapat Penanganan Banjir di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (25/9/2025).

Dalam rapat tersebut, Jihan menekankan bahwa penanganan banjir tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga pada aspek pencegahan dan perencanaan jangka panjang.
“Bukan hanya dalam aspek penanganan darurat, tetapi juga pencegahan dan mitigasi jangka panjang. Kita harus memastikan Lampung benar-benar siap menghadapi musim hujan,” ujarnya.

Jihan menyebut, sepanjang tahun 2025, Provinsi Lampung mencatat 119 kejadian banjir dan 41 tanah longsor — angka yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, Pemprov akan memperkuat sistem drainase, melakukan identifikasi sungai penyebab banjir, inspeksi pintu air, optimalisasi waduk, hingga pembangunan sumur resapan di titik-titik rawan.

Baca Juga  BK Periksa Andy Roby, Dugaan Kempiskan Ban Mahasiswi Diselidiki

“Normalisasi tidak boleh menunggu banjir terjadi. Sebelum musim hujan datang, infrastruktur air harus siap menampung debit tinggi,” tegasnya.

Selain memperkuat infrastruktur, Pemprov juga akan mengoptimalkan sistem peringatan dini dari BMKG dan integrasi data melalui dashboard online serta aplikasi Lampung-In. Pengendalian tata ruang dan lingkungan disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang, sementara untuk jangka pendek akan disiapkan posko siaga banjir dan edukasi kepada masyarakat.

Dalam rapat tersebut juga dibahas kesiapan lintas sektor, mulai dari BPBD yang menyiapkan pompa air dan bantuan logistik, hingga Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial yang memastikan ketersediaan layanan kesehatan dan jalur evakuasi di wilayah rawan banjir.

Baca Juga  DPRD Desak Pemkot Percepat Pembenahan Infrastruktur Sekolah Siger di Bandar Lampung

“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar risiko banjir bisa ditekan dan dampak sosial-ekonomi masyarakat dapat diminimalisir,” ujar Wagub Jihan menutup arahannya.

Dengan strategi terpadu mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga rehabilitasi pasca-bencana, Pemprov Lampung berharap kesiapan menghadapi musim hujan tahun ini dapat berjalan lebih optimal.(rdo)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan