BANDAR LAMPUNG – Menjelang datangnya bulan suci, ada yang bekerja dalam senyap di sudut-sudut kota. Di balik riuh pasar takjil dan lampu-lampu yang mulai menyala lebih lama, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersiap memastikan Ramadan berjalan dengan tenang dan bermartabat.
Melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung, penertiban ketertiban umum akan dilakukan secara rutin. Bukan sekadar operasi atau razia musiman, melainkan pengawasan berkelanjutan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), anak jalanan, hingga potensi peredaran minuman keras tanpa izin.
Kepala Satpol PP Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwandi, mengatakan langkah ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjaga ruang bersama agar tetap nyaman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
“Penertiban tetap berjalan seperti biasa. Jika ada laporan masyarakat, tim akan turun. Terutama di bulan Ramadan, kami ingin suasana tetap kondusif,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Ia menambahkan, pengawasan terhadap peredaran miras akan diperketat menjelang Ramadan. Satpol PP masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah daerah sebagai penguatan kebijakan, namun patroli rutin tetap dilakukan. Dalam pelaksanaannya, Satpol PP akan berkolaborasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan setiap temuan diproses sesuai aturan hukum.
Di tengah upaya penegakan aturan itu, ada pesan yang lebih dalam: menjaga saling hormat. Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang merawat ketenangan batin dan menghargai sesama.
“Kita semua diharapkan saling menghargai dan menjaga kesucian bulan Ramadan. Semoga kita diberi rahmat dan dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya,” tuturnya.
Di Kota Tapis Berseri, Ramadan bukan hanya tradisi tahunan. Ia adalah momen ketika pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan menjaga kota tetap tertib, agar doa-doa dapat terucap tanpa gangguan, dan malam-malam terasa lebih damai.(Wanda)





