BANDARLAMPUNG – Usia muda bukan penghalang untuk menorehkan prestasi di panggung internasional. Riski Muhammad Ivan, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bandar Lampung, membuktikan bahwa kemampuan dan ketekunan belajar dapat membawa anak daerah bersaing di dunia teknologi global.
Ivan mencuri perhatian setelah berhasil menemukan sejumlah celah keamanan (bug) pada berbagai platform digital, termasuk subdomain milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Ivan diterima langsung oleh Gubernur di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2026).
Kemampuan Ivan di bidang keamanan siber tidak dibangun melalui pendidikan khusus. Ia justru mengembangkan keahliannya secara otodidak dengan memanfaatkan berbagai sumber pembelajaran digital, mulai dari YouTube, dokumentasi teknis hingga forum komunitas keamanan siber.
Kerja keras tersebut membawanya memperoleh undangan dari Microsoft untuk menghadiri konferensi keamanan siber internasional Black Hat USA di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Agustus mendatang.
Tak berhenti pada pencapaian pribadi, Ivan juga mendirikan Komunitas Lampung Cyber Security. Komunitas ini menjadi ruang belajar bagi generasi muda yang ingin mendalami ethical hacking, berbagi pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan dalam menjaga keamanan sistem digital.
Gubernur Mirza mengapresiasi pencapaian Ivan. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda Lampung memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat dunia.
Ia menilai, kemauan belajar dan kemampuan mengembangkan potensi diri menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Mirza juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan (AI), machine learning, pemrograman, hingga pengembangan sistem digital.
“Siapa yang mampu menguasai teknologi, seperti AI, membuat script, dan mengembangkan machine learning akan memiliki keunggulan dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Menurut Mirza, kisah Ivan diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar Lampung lainnya agar tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari daerah.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap semakin banyak talenta muda yang mampu mengembangkan kemampuan teknologi dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Kisah Ivan sekaligus menjadi pengingat bahwa ruang belajar kini tidak lagi dibatasi dinding sekolah. Dengan akses informasi, kemauan belajar, dan ketekunan, seorang pelajar dari Lampung pun bisa menjangkau panggung teknologi dunia.(**)





