Bandarlampung — Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Yusnadi mengingatkan bahwa pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis biosolar berpotensi menimbulkan dampak langsung terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, biosolar saat ini menjadi penopang utama berbagai sektor produktif di Lampung, mulai dari pertanian, perikanan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga distribusi logistik.
“Harus dikaji dan dibaca secara riil kebutuhan masyarakat. Jangan hanya melihat angka statistik. Tidak dikurangi saja sudah terjadi antrean, apalagi kalau dikurangi,” kata Yusnadi di Bandarlampung, Senin (23/02).
Ia menilai kebijakan yang hanya berbasis pada data serapan administrasi tidak boleh mengabaikan kondisi di lapangan. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, antrean biosolar masih sering terjadi di sejumlah SPBU di Lampung.
Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, kuota biosolar Lampung pada 2026 tercatat sekitar 779.231 kiloliter, atau turun sekitar 1,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kuota pertalite mencapai 663.420 kiloliter, atau turun sekitar 11,41 persen dibandingkan 2025.
Sebelumnya, Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Lampung Sopian Atiek menyatakan penyesuaian kuota dilakukan karena tingkat penyerapan pada tahun sebelumnya dinilai belum optimal.
Namun DPRD Lampung mengingatkan bahwa pengurangan kuota di daerah agraris seperti Lampung dapat berdampak berantai terhadap biaya produksi dan distribusi barang. Jika pasokan BBM tersendat, kondisi itu berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar.
Apalagi menjelang arus mudik Lebaran, Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan dari Pulau Jawa.
“Jika terjadi kelangkaan saat arus mudik, ini akan memicu persoalan baru yang serius,” ujar Yusnadi.
Selain itu, DPRD juga meminta aparat penegak hukum memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
“Pengawasan distribusi harus diperketat agar tidak ada yang bermain di tengah kesulitan masyarakat,” katanya.(Rdo)




