Bandar Lampung-Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, mengakui angka pengangguran di Lampung meningkat berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat.
“Pertama kita harus akui, itu memang fakta. Tapi tentu ada banyak faktor yang harus segera kita benahi,” ujar Yanuar, Selasa (13/1).
Ia menjelaskan, DPRD telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, termasuk dalam pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP). Namun, persoalan ketenagakerjaan tidak hanya soal upah, melainkan juga tersedianya lapangan kerja.
Meningkatnya pengangguran, menurut Yanuar, dipengaruhi oleh transisi pemerintahan yang belum stabil serta tekanan ekonomi dan inflasi yang memaksa sejumlah perusahaan, terutama usaha kecil, mengurangi tenaga kerja.
Untuk mengatasi hal ini, Komisi V berencana mengundang perusahaan yang berpotensi menyerap tenaga kerja untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Lampung.
Tak hanya itu, Yanuar juga mendorong generasi muda dan mahasiswa untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. “Kalau satu mahasiswa bisa menciptakan lapangan kerja untuk satu atau dua orang saja, itu sudah sangat membantu,” katanya.
Yanuar menegaskan bahwa menekan angka pengangguran adalah tanggung jawab bersama. “Kami di DPRD bagian dari pemerintahan daerah, tapi juga representasi masyarakat. Karena itu, kami terus mencari formula dan solusi terbaik agar persoalan pengangguran di Lampung bisa segera diatasi,” tutupnya.

Baca Juga  Pj Gubernur Lampung Terima Kunjungan Jajaran PPNI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan