BANDAR LAMPUNG – Memasuki musim hujan, potensi banjir kembali mengancam sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Persoalan klasik seperti drainase sempit, saluran air tersumbat sampah, hingga program pengendalian banjir yang belum tuntas dinilai masih menjadi penyebab utama banjir yang terus berulang setiap tahun.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Budi Yuhanda, mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi intensitas hujan yang mulai meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur terutama sistem drainase harus menjadi perhatian serius agar potensi banjir dapat diminimalisasi sejak dini.
“Setiap musim hujan, persoalan banjir selalu muncul dengan pola yang hampir sama. Karena itu, program drainase baik yang sudah berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan harus benar-benar dikawal agar tidak berhenti hanya sebagai wacana,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, sejumlah usulan pembangunan drainase sebenarnya telah masuk dalam pokok-pokok pikiran DPRD. Namun demikian, tidak seluruhnya dapat langsung direalisasikan karena keterbatasan anggaran serta belum optimalnya penentuan skala prioritas pembangunan.
“Kita memahami keterbatasan anggaran. Tapi wilayah-wilayah yang rawan banjir harus menjadi prioritas utama. Jika hanya berhenti pada tahap perencanaan tanpa keberlanjutan, maka banjir akan terus terulang dan masyarakat yang dirugikan,” tegasnya.
Selain itu, Budi juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam penanganan banjir. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga aparat di tingkat lingkungan.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa faktor perilaku masyarakat turut mempengaruhi kondisi drainase di lingkungan sekitar. Sampah yang dibuang sembarangan sering kali menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air saat hujan deras.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air serta kembali menghidupkan budaya gotong royong membersihkan drainase secara rutin.
“Kesadaran masyarakat juga sangat penting. Jangan sampai drainase sudah dibangun dengan baik, tetapi kembali tersumbat karena sampah. Gotong royong membersihkan saluran air harus kembali digalakkan,” pungkasnya.(rdo)




